Presiden AS Donald Trump berjanji bakal melancarkan serangan jawaban nan sangat keras setelah militer Iran menembakkan rudal ke pangkalan Amerika.(White House)
ESKALASI ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak baru. Presiden Donald Trump berjanji bakal memberikan respons tegas atas upaya serangan Iran terhadap posisi militer Amerika Serikat di area tersebut.
Trump menegaskan saat ini adalah "giliran" bagi negaranya untuk membalas rentetan serangan nan sempat mereda. Keredaan tersebut sebelumnya sempat terjadi seiring upaya Trump nan mencoba mencari jalan keluar secara diplomatik.
Berbicara kepada para wartawan di Ruang Oval (Oval Office) pada hari Rabu, Trump melontarkan peringatan kerasnya secara terbuka dan langsung.
"Kami bakal menghantam mereka dengan sangat keras lantaran giliran kami untuk menghantam mereka. Mereka tahu itu bakal datang," ujar Trump.
Serangan Udara nan Berhasil Digagalkan
Menurut laporan pihak militer Amerika Serikat, Iran telah menembakkan sejumlah rudal nan diarahkan ke pasukan AS pada malam hari. Meski demikian, seluruh rudal nan menakut-nakuti tersebut sukses dicegat dan digagalkan sebelum mengenai sasaran.
Insiden penembakan rudal ini menandai pergeseran dari pola tindakan saling balas dendam nan biasa terjadi. Sebelumnya, Iran condong bereaksi merespons serangan awal nan dilakukan oleh AS. Namun, tindakan ofensif kali ini seolah menunjukkan kesediaan Iran untuk memulai kembali permusuhan secara terbuka.
Merespons potensi ancaman jawaban dari militer Amerika Serikat, Trump mengungkapkan bahwa pihak musuh sempat memohon agar Washington menahan diri.
"Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya," kata Trump. Ia juga menambahkan bahwa semua tembakan nan masuk dari pihak musuh telah sukses diatasi dan "dijatuhkan ke tanah."
Dinamika Faksi di Internal Iran
Walaupun ancaman bentuk dari rudal tersebut sukses dinetralisir tanpa korban, Presiden Trump menegaskan tindakan ofensif Iran tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja tanpa konsekuensi.
"Namun mereka tetap melepaskan tembakan, jadi sekarang giliran kami," lanjut Trump, "dan kita bakal lihat apakah kita bakal mencapai kesepakatan pada suatu titik. Tetapi kami bakal menghantam mereka dengan sangat keras."
Lebih lanjut, Trump memberikan isyarat menarik mengenai dinamika internal di tubuh kepemimpinan musuh. Ia menyebut serangan rudal tersebut kemungkinan besar tidak dilakukan oleh faksi utama nan selama ini berkompromi dengan Amerika Serikat, melainkan oleh golongan sayap lain di dalam struktur kepemimpinan Iran.
"Itu adalah golongan nan berbeda dari nan sedang kita hadapi," jelas sang presiden.
Meski menyatakan bahwa pihak nan bertanggung jawab atas serangan tersebut telah menyatakan penyesalannya, Trump bersikeras bahwa Amerika Serikat tetap bakal mengeksekusi tindakan jawaban sebagai corak peringatan keras.
"Mereka sudah meminta maaf, tapi Anda tahu kita kudu memukul mereka sedikit," pungkasnya. (CNN/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·