Lurah Paya Pasir, berjulukan Syerly tengah disorot setelah diduga mengejek penduduk nan tengah mengadu ke Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Peristiwa itu terjadi saat Rico mengunjungi Kecamatan Medan Marelan. Di sana Wali Kota Medan itu berjumpa warga. Kemudian, salah satu penduduk mengadu kondisi penerangan jalan di sana jelek dan penduduk cemas perihal itu dimanfaatkan begal.
"Nanti izin sama lampu ya Pak, gelap kali soalnya Pak. Banyak kali di sini pemalak sering terjadi," ujar penduduk di video viral tersebut.
Setelah itu, penduduk tersebut mengatakan penerangan lampu jalan sebelumnya memakai duit pribadinya sebanyak empat tiang. Kemudian, Lurah Syerly langsung nyeletuk "Cie, Curhat dia Bah."
Inspektorat Panggil Lurah
Inspektorat Kota Medan, telah memanggil dan meminta penjelasan langsung dari lurah berjulukan Syerly dari Kecamatan Medan Marelan. Langkah tersebut tertuang resmi dalam Berita Acara Klarifikasi Nomor 800.1.6.2/257/Irbansus/2026, tertanggal 28 Juli 2026.
Hasil pemeriksaan inspektorat, lurah tersebut terindikasi kuat melanggar kode etik sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai Aparatur Sipil Negara.
"Oknum ASN tersebut terindikasi kuat melanggar kode etik sesuai dengan Perwal Medan Nomor 58 Tahun 2023," kata Inspektur Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, dalam keterangannya, Rabu (29/7).
Erfin menuturkan, pemeriksaan tersebut merujuk pada Pasal 4 huruf f Perwal Kkta Medan Nomor 58 Tahun 2023. Aturan tersebut tegas mengamanatkan bahwa setiap pegawai ASN wajib menunjukkan integritas dan keteladanan, baik dalam sikap, perilaku, ucapan, maupun tindakan kepada siapa pun, di dalam maupun di luar lingkungan kedinasan.
Sehingga lurah tersebut direkomendasikan untuk diberikan balasan disiplin ringan.
"Buntut dari temuan ini, inspektorat merekomendasikan adanya langkah pembinaan disiplin terhadap nan bersangkutan," ujar Erfin.
Rekomendasi tindakan disiplin merupakan balasan disiplin ringan nan merujuk pada Pasal 7 Ayat (1) huruf d dalam peraturan nan sama.
Sanksi ini dijatuhkan atas pelanggaran tanggungjawab menjaga integritas dan keteladanan nan dinilai telah memberikan akibat negatif terhadap gambaran perangkat wilayah terkait.
Lurah Syerly Minta Maaf
Lurah Paya Pasir, Syerly, sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Ia mengaku, kejadian itu merupakan perihal spontan lantaran merasa dekat dengan Ibu Ulfa, nan curhat kepada wali kota tersebut.
"Karena saya merasa dekat dan berkawan serta sering berbual kepada Ibu Ulfa, dan sebaliknya Ibu Ulfa pun demikian kepada saya, jadi terucap begitu saja," ucap Syerly.
Ulfa pun mengatakan kejadian itu merupakan perihal candaan dengan lurah tersebut.
"Kami dekat dengan Ibu Lurah, jadi biasa berbual seperti itu. Ya mungkin tanggapan netizen lain, saya pun minta maaf juga, tapi nan jelas kami biasa aja kok gak ada masalah," pungkas Ulfa.
Anggota DPRD: Tak Layak, Copot
Ucapan Lurah Paya Pasir, berjulukan Syerly, nan menyindir seorang penduduk nan tengah mengadu ke Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berbuntut panjang. Selain viral, personil DPRD Medan mendesak agar Syerly dicopot.
Anggota DPRD Kota Medan sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus, menilai sikap lurah tersebut tidak mencerminkan seorang pemimpin nan semestinya melayani dan melindungi masyarakat.
"Ngapain dia jadi pemimpin. Jadi lurah di sana tidak punya empati. Itu kan salah satu kewenangan masyarakat untuk menyampaikan keluhannya. Jadi enggak betul lurah kayak gitu. Tak layak jadi lurah itu," kata Robi saat dihubungi, Rabu (29/7).
Robi mengatakan, andaikan seorang lurah tidak bisa melindungi masyarakatnya, maka pemerintah sebaiknya menggantinya dengan sosok nan lebih layak.
"Kalau dia enggak bisa melindungi masyarakatnya, bagus dicopot saja lah, ngapain lagi. Ganti aja dengan nan mau mengemong masyarakatnya," ujarnya.
Ia juga menyayangkan ucapan lurah nan dinilai bersuara mengejek warganya sendiri.
"Sangat menyayangkan dan menyesalkan lah," ucap Robi.
Respons Walkot Medan
Wali Kota (Walkot) Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menanggapi video viral seorang Lurah Paya Pasir nan melontarkan hinaan kepada warganya sendiri.
Rico mengatakan lurah berjulukan Syerly tersebut saat ini sedang diperiksa Inspektorat.
"Sedang dalam pemeriksaan Inspektorat ya. Pemeriksaan, kita ikutin proses-proses ya," kata Rico saat ditemui di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (29/7).
Rico mengatakan, jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap lurah tersebut, maka pihaknya bakal mengikuti proses sesuai aturan.
"Di mana jika memang ditemukan adanya pelanggaran, kita ikutin proses tersebut sesuai patokan ya. Tapi dalam proses Inspektorat ini," ujar Rico.
Permintaan Maaf
Syerly mengatakan, ucapannya merupakan corak candaan lantaran dirinya sudah lama mengenal Ulfa. Keduanya, kata dia, juga mempunyai hubungan keluarga.
"Permohonan maaf kepada publik. Karena saya merasa dekat dan berkawan serta sering berbual kepada Ibu Ulfa. Saya sama Ulfa ini sudah lama mengenal, bukan baru sekali ini. Dan kita pun ada juga mengenai dengan family (hubungan keluarga). Tiap hari kita sering ketemu sapa," kata Syerly saat ditemui di kantornya, Rabu (29/7).
Syerly menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Wali Kota Medan Rico Waas tengah meninjau pengecoran jalan di Jalan Takenaka, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Syerly turut mendampingi Rico dalam peninjauan tersebut. Ulfa kemudian menemui Rico dan mengeluhkan penerangan jalan. Ulfa disebut telah memasang lampu menggunakan duit pribadinya.
"Jadi si Ulfa ini langsung curhat meminta sama Pak Rico atas bola lampu, nan mana bola lampu itu sudah didahulukannya pakai dananya sendiri seperti di video. Karena memang kebetulan jika lampu itu dekat sekitar rumah dia. Karena kebetulan pun rumah masyarakat di sini jauh-jauh, rumah orang tuanya, tanah kosong, rumah dia, baru tambak," ujar Syerly.
"Langsung saya dengan spontanitasnya itu, saya bilang, 'Cie, curhat nih ye.' Itu saya tidak ada makna apa-apa, enggak ada. Karena kan memang betul si penduduk ini, si Ulfa ini dia curhat," sambungnya.
Menurut Syerly, sebelum menyampaikan keluhan kepada Rico, Ulfa sempat berkomunikasi dengannya dan menanyakan waktu kehadiran wali kota. Syerly kemudian mempersilakan Ulfa menyampaikan langsung keluhannya.
"Sebelum Pak Wali datang, dia pun bertanya sama saya, 'Bu, jam berapa Pak Wali datang?' Sebentar lagi, ini di jalan. Masih bercengkerama pun kita, dalam makna di depan rumahnya kita banyolan tawa. Karena kita merasa kenal sama dia, merasa tidak ada pemisah sama dia," ucap Syerly.
LPJU Disebut Sudah Diajukan Sejak Tahun Lalu
Syerly mengakui Jalan Takenaka memerlukan penerangan lantaran area tersebut relatif sunyi dan permukiman masyarakat tidak padat.
Menurutnya, kelurahan telah mengusulkan perbaikan penerangan jalan kepada Dinas Perhubungan sejak tahun lalu. Namun, hingga sekarang belum ada tindak lanjut.
"Di mana Jalan Takenaka ini, jalannya memang sangat sunyi dan tempat tinggal masyarakat itu memang tidak seramai seperti masyarakat biasa di lingkungan inti. Untuk pelaporan bola lampu itu sudah kita pernah laporkan ke Dinas Perhubungan setahun nan lalu. Jadi memang situasi untuk Takenaka ini jika malam itu sunyi. Wajar juga beliau minta penerangan. Tapi kita sebagai kelurahan sudah pernah bermohon minta untuk kelurahan kan semua sudah kita minta," jelas Syerly.
Syerly mengatakan, Ulfa sebelumnya pernah menanyakan persoalan penerangan jalan tersebut kepadanya. Saat itu, dia meminta Ulfa bersabar lantaran kelurahan tetap menunggu respons Dinas Perhubungan.
"Dia sudah memang tanya sama saya, 'Bu, mana lampu ini? Aku beli sendiri pakai uangku.' Oh, ya sudah lah. Masyarakat kita di sini sudah kita ajukan, saya bilang. Cuma lantaran belum ada juga jawaban dari Dinas Perhubungan, tunggu lah dulu, sabar, saya bilang kan," imbuh Syerly.
Jalan Takenaka Kerap Terendam Banjir Rob
Selain minim penerangan, Syerly mengatakan Jalan Takenaka kerap terdampak banjir rob. Kondisi tersebut membikin keberadaan penerangan jalan diperlukan pada malam hari.
Syerly menyebut, belum pernah mendengar kasus pemalak di area tersebut. Namun, menurutnya, kasus penjambretan pernah terjadi pada tahun ini dengan korban seorang pelajar.
"Jalan Takenaka ini, setiap pasang, dia paling gawat, pasang rob. Kalau kita banjir pasang, dia lebih besar volumenya daripada banjir hujan. Kalau rawan pemalak sebenarnya, selama saya dari mini sampai sekarang, belum pernah saya dengar sini begal. Enggak ada jika pemalak kayak macam pakai kelewang, diancam," kata Syerly.
"Jadi ada anak-anak sekolah main handphone di jalan. Dari depan datang seseorang mengendarai sepeda motor Honda PCX. Diikutinya sembari dia berakhir dulu sebentar, sunyi langsung diambil handphone, 'Sat.' Spontan anak tadi menarik tasnya jambret itu," pungkasnya.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·