Tri juga mendorong pemerintah wilayah di Aceh untuk segera meregistrasi Posyandu sebagai Posyandu enam SPM. Langkah ini krusial untuk mempercepat penyelenggaraan program sekaligus membuka kesempatan support dukungan nan mensyaratkan legalitas kelembagaan.
Dia menyebut, sasaran pemerintah hingga 2029 adalah mendaftarkan seluruh Posyandu di bawah pemerintahan desa dan kecamatan agar terintegrasi dalam sistem pelayanan nasional.
Dalam aktivitas tersebut, Tri turut menyerahkan beragam support secara simbolis, mulai dari sumur bor, kompor tungku, santunan BPJS bagi mahir waris, hingga ratusan paket sembako, perlengkapan ibadah, perlengkapan dapur, serta kebutuhan sekolah dan busana bagi warga.
Usai penyerahan bantuan, Tri meninjau langsung penerapan Posyandu enam SPM melalui enam stan pelayanan. Dia mengunjungi mobil perpustakaan keliling pada bagian pendidikan, jasa cek kesehatan cuma-cuma dengan master ahli pada bagian kesehatan, hingga jasa prasarana dasar pada bagian pekerjaan umum.
Peninjauan dilanjutkan ke stan perumahan rakyat, jasa pengaduan keamanan dan ketertiban (Trantibumlinmas), serta pelayanan sosial bagi lansia. Sebelum itu, Tri juga menyempatkan diri mengunjungi Posyandu Intan Permata Gampong Geudeumbak, melakukan peletakan batu pertama pembangunan akomodasi MCK umum, serta meninjau pasar murah.
Acara ini turut dihadiri Ketua TP Posyandu Provinsi Aceh Marlina Muzakir, Wakil Ketua TP Posyandu Provinsi Aceh Mukarramah Fadhlullah, Ketua TP Posyandu Kabupaten Aceh Utara Musliana Ismail, Keuchik Ulee Rubek Timur Azhari, serta pengurus TP Posyandu Pusat dan pengurus TP PKK Pusat.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·