Trenggono Permak PPN Kejawanan Jadi Pelabuhan Bertaraf Internasional

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hari ini, Kamis (17/9/2026), melakukan peletakan batu pertama alias groundbreaking pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Pembangunan pelabuhan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan transformasi pelabuhan perikanan di Indonesia agar lebih modern, bersih, dan bisa mendukung aktivitas ekonomi hingga pasar internasional.

Trenggono mengatakan, pembangunan PPN Kejawanan merupakan bagian dari reformasi pelabuhan perikanan nan selama ini dinilai tetap mempunyai persoalan kebersihan dan produktivitas.

"Kalau teman-teman ngeliat pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia kan kumuh ya, tidak produktif, kumuh, bau. Nah ini adalah reformasi. Kita lakukan perubahan nan sangat mendasar, kita perbaiki," kata Trenggono dalam sambutannya.

Menurutnya, pelabuhan perikanan nan lebih baik bakal berakibat pada kualitas produksi perikanan, ketertelusuran produk, hingga akses ke pasar internasional.

"Tentu jika pelabuhannya bagus, kualitas produknya juga bagus. Dan ini bakal mempunyai tingkat ketertelusuran nan bagus. Kemudian pasti bakal diterima dengan baik di pasar internasional. Itu tujuannya nomor satu," ujarnya.

Trenggono mengatakan, pemerintah juga mau mengintegrasikan pelabuhan perikanan dengan sektor pariwisata dan karakter wilayah setempat.

"Mimpinya adalah sebuah pelabuhan perikanan nan modern, nan bagus, nan bersih, tidak berbau, betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata dan tematik sesuai dengan karakter-karakter di daerah. Saya kira gitu, minta angan agar ini bisa melangkah dengan baik," tutur dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Adapun investasi pembangunan PPN Kejawanan sendiri mencapai sekitar Rp459 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2028.

Setelah pengembangan selesai, kapabilitas kapal nan dapat dilayani ditargetkan meningkat dari 241 kapal menjadi 500 kapal. Produksi ikan juga diproyeksikan naik dari sekitar 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun.

Selain itu, jumlah tenaga kerja diproyeksikan meningkat dari 2.900 orang menjadi 8.000 orang. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ditargetkan naik dari sekitar Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif mengatakan, pembangunan PPN Kejawanan merupakan bagian dari Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Project Phase-I nan dibiayai melalui pinjaman luar negeri Islamic Development Bank (IsDB).

"Jadi groundbreaking ini adalah sebuah milestone krusial setelah melalui tahapan perencanaan, pengadaan, dan penandatanganan kontrak," kata Lotharia dalam kesempatan nan sama.

Proyek pembangunan PPN Kejawanan dikerjakan oleh PT Nindya Karya dan PT Sumber Teknik Konstruksi dengan masa penyelenggaraan 730 hari almanak alias 24 bulan, terhitung sejak 3 Agustus 2026 hingga 2 Agustus 2028.

Pembangunan mencakup prasarana laut dan darat. Di sisi laut, pekerjaan meliputi pembangunan breakwater, revetment, groin, reklamasi, kolam pelabuhan, serta dermaga untuk kapal besar dan kapal kecil.

Sementara di sisi darat bakal dibangun sejumlah fasilitas, antara lain instansi manajemen dan syahbandar, gedung Balai Besar Perikanan Penangkapan Ikan (BBPI), tempat pelelangan ikan (TPI), gerai UMKM, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Latif mengatakan, pelabuhan tersebut nantinya dipersiapkan sebagai pusat upaya hasil tangkapan dan produk ekspor perikanan sekaligus memberikan jasa terintegrasi bagi nelayan dan pelaku usaha.

"Tujuannya adalah menyiapkan pelabuhan perikanan sebagai pusat upaya untuk hasil tangkapan dan produk ekspor, one stop service, one stop solution untuk nelayan dan pelaku upaya lokal dengan produk nan berkekuatan saing internasional," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut pembangunan PPN Kejawanan sebagai penguatan prasarana kelautan di Cirebon. Pemprov Jawa Barat juga menyatakan bakal mendukung pembangunan prasarana pendukung dari akses jalan hingga area pelabuhan.

"Saya mengucapkan terima kasih ya, ini bagi masyarakat Jawa Barat adalah sebuah kebahagiaan mempunyai pelabuhan perikanan nan representatif di sebuah Kota Cirebon, kota budaya nan mempunyai etnosentrik beragam aspek kepariwisataan. Nanti ada laut, kemudian ada keraton, ada jaringan jalan nan tertata dan saya sudah sampaikan tadi Pemprov Jabar berterima kasih dan mendukung penuh pembangunan ini," kata Dedi dalam kesempatan nan sama.

"Dan kita bersedia untuk melakukan pembangunan prasarana tambahan sepanjang jalan, dari gerbang tol sampai Pelabuhan Kejawanan," pungkasnya.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News