Tren Penyakit ISPA di Wilayah Karhutla Melonjak, Kemenkes Kirim 314 Tenaga Medis

Sedang Trending 25 menit yang lalu

Tren Penyakit ISPA di Wilayah Karhutla Melonjak, Kemenkes Kirim 314 Tenaga Medis

Kemenkes kirim tenaga medis ke wilayah terdampak karhutla.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan laporan mengenai lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di beberapa wilayah terdampak musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menanggapi perihal tersebut, sebanyak 314 tenaga medis dikerahkan guna memberikan penanganan dan mendistribusikan support logistik ke wilayah terdampak.

Berdasarkan siaran pers resmi dari Kemenkes, kasus ISPA di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan sebanyak 78,1 persen dari sebelumnya 402 kasus menjadi 716 kasus dalam kurun waktu satu minggu.

Sementara itu, di Kalimantan Barat tercatat 151 kasus sejak Januari 2026 dengan lonjakan paling parah terjadi di wilayah Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. Kemenkes juga melaporkan bahwa perihal serupa terjadi di Ruai dan Kalimantan Selatan dengan kasus asma dan iritasi.

Terlebih, berasas info Kemenkes per 21 Agustus 2026, tujuh provinsi nan terdampak karhutla meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Enam di antaranya telah menetapkan status siaga darurat musibah seiring tandus panjang nan berjalan sejak awal 2026. Meski demikian, belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat dampak dari karhutla tersebut.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, merespons perihal tersebut dengan mengerahkan 314 tenaga medis dan kesehatan guna mendistribusikan ratusan ribu support logistik kesehatan ke wilayah terdampak.

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan nan terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Agus dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa pihaknya secara masif mendistribusikan perlengkapan medis dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak. Di antaranya seperti 278.940 masker, 56 unit Oxygen Concentrator (OC), pelindung wajah (face shield), 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoen), 36 tabung Oxycan, 8 set Alat Pelindung Diri (APD), 33 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com