
Ilustrasi glass skin. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA - Tren glass skin semakin terkenal di media sosial. Tren kecantikan nan terinspirasi dari perawatan kulit Korea Selatan ini mengutamakan tampilan wajah nan lembap, halus, bercahaya, dan tampak cerah seperti kaca.
Untuk mendapatkan tampilan tersebut, banyak orang mencoba beragam produk perawatan kulit, mulai dari serum, eksfoliator, hingga masker wajah. Rutinitasnya pun kerap melibatkan banyak tahapan agar kulit tampak semakin mulus dan bercahaya.
Namun, rupanya penggunaan produk perawatan kulit secara berlebihan justru bisa berakibat buruk. Alih-alih mendapatkan kulit sehat, kebiasaan ini berisiko merusak lapisan pelindung kulit alias skin barrier.
Melansir Times of India, master kulit dr. Chandani Jain Gupta mengingatkan bahwa penggunaan produk perawatan kulit secara berlebihan, terutama eksfoliasi nan terlalu sering, dapat mengganggu kegunaan pelindung alami kulit.
Bagaimana Glass Skin Bisa Merusak Skin Barrier?
Skin barrier merupakan lapisan pelindung terluar kulit nan berfaedah menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari beragam aspek eksternal, seperti polusi, bakteri, dan unsur nan dapat menyebabkan iritasi.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·