Transisi ke F4, Pembalap Muda Qarrar Firhand Fokus Menimba Pengalaman

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Transisi ke F4, Pembalap Muda Qarrar Firhand Fokus Menimba Pengalaman Pembalap muda Indonesia Qarrar Firhand(MI/Dhika)

PEMBALAP muda Indonesia Qarrar Firhand mulai memasuki fase krusial dalam perjalanan balapnya. Setelah bertahun-tahun berkompetisi gokar level nasional lampau Eropa, pembalap berumur 15 tahun itu sekarang beradaptasi dengan atmosfer balap Formula 4 di arena British F4 Championship.

Debutnya pada arena British F4 di Thruxton, Inggris, akhir Juli lalu, memang belum berbuah finis lantaran terhenti setelah terlibat insiden. Dia tetap mempunyai dua seri untuk dijalani musim ini, ialah di Sirkuit Croft dan Silverstone pada September mendatang. 

Kedua balapan itu bakal menjadi bagian dari proses membangun fondasi sebelum tampil penuh pada musim 2027.

"Tahun ini memang fokusnya untuk learning dan gaining experience buat tahun depan. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa menang balapan dan menang. Insya Allah," kata Qarrar di Jakarta, Kamis (20/8).

Sebelum debut F4, Qarrar sukses menjadi juara arena gokar WSK Euro Series 2026 di Italia, untuk kategori OK. Peralihan dari gokar ke F4 menjadi tantangan tersendiri. Meski Qarrar sebelumnya sudah beberapa kali menguji mobil formula, pengalaman berada di kembali kemudi saat tes diakui berbeda dengan situasi perlombaan.

Menurut Qarrar, perbedaan bukan hanya terletak pada kendaraan. Karakter persaingan, keterampilan, hingga langkah menghadapi pembalap lain membikin pengalaman balapan F4 terasa berbeda.

Karena itu, Qarrar tidak mau terburu-buru mengejar hasil. Dua seri berikutnya justru dipandang sebagai ruang untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman.

"Kaget sih tidak, tapi testing sama balapan beda. Bukan beda mobilnya, tapi beda race craft-nya, orang-orang nan lain, balapannya, race start. Jadi banyak perihal nan kaget sedikit, tapi tidak kaget banget," kata dia..

"Belajar nan paling banyak nan bisa. Kalau bisa di (posisi) depan itu bonus. Tapi nan krusial belajar nan paling banyak sama gain experience buat tahun depan nan bisa membantu buat tahun depan," katanya.

*Pelajaran Kerasnya Persaingan*

Debut di Thruxton menjadi pelajaran langsung bagi Qarrar tentang kerasnya persaingan di F4. Dia memandang setiap pembalap datang dengan tujuan nan sama, bukan sekadar menguji kemampuan. Qarrar juga mulai memahami gimana sebuah akhir pekan balapan kudu dijalani secara profesional. Persiapan, komunikasi dengan tim, hingga pengambilan keputusan di lintasan menjadi bagian nan kudu dikuasai.

"Yang paling didapat itu pasti lebih tahu F4 bagaimana, how it works. Dan bukan hanya kayak orang main-main, betul-betul semuanya mau menang," ujarnya.

"Bagaimana langkah approach the weekend, orang jauh lebih serius. Dan juga kayak ngomong sama tim, itu komunikasi paling penting. Banyak hal, nyetir juga dapat. Jadi it's more gaining experience," kata Qarrar.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami F4 menuntut keahlian nan lebih komplet. Selain penguasaan mobil, pembalap kudu bisa membaca situasi balapan dan berkomunikasi efektif dengan tim.

"Pastinya balapan F4 beda sama gokart. Setiap balapan pasti learning perihal baru, the track, balapan kompetisinya, mobilnya lebih tahu. Jadi nan saya coba buat tahun ini lebih understanding everything saja," ujarnya.

*Fisik dan Mental Jadi Prioritas*

Untuk menghadapi tuntutan F4, Qarrar memperkuat persiapan bentuk dan mental. Program latihannya mencakup boxing, gym, serta latihan kardio seperti lari dan bersepeda.

Latihan boxing apalagi tidak sekadar ditujukan untuk kebugaran. Sesi sparring juga digunakan untuk mengasah kecepatan berpikir dan reaksi nan dibutuhkan ketika berada di lintasan. Aspek mental juga menjadi perhatian. Qarrar menyadari tekanan kejuaraan bakal semakin besar seiring naiknya jenjang balap.

"Fisik sekarang latihan tiga boxing, gym, sama running. Running alias kardio, bisa running alias biking. Kardio itu bisa setiap hari dibuatkan," jelasnya.

Qarrar tetap bakal menjalani dua seri British F4 musim ini termasuk di Silverstone pada September mendatang. Setiap pengalaman nan diperoleh musim ini bakal dikumpulkan untuk menghadapi musim penuh pada 2027.

"Pastinya mau coba hasil nan bagus dan jika bisa untuk menang," tegasnya.

"Semua orang kan mau ke F1, itu betul-betul top of motorsport. Jadi tantangannya gede pasti, tapi saya kudu berani buat challenge ke tantangan itu dan mencapai tujuan," pungkasnya.
(P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia