Transaksi Futures Kripto Global Tembus Rp 3.357 T

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime, menilai pasar derivatif aset mata uang digital di Indonesia mempunyai ruang pertumbuhan nan cukup signifikan. Secara dunia berasas info Britannica, volume perdagangan perpetual futures tercatat lebih dari US$ 187 miliar alias sekitar Rp 3.357 triliun (kurs Rp 17.954) per hari pada 2025.

Volume perdagangan futures tercatat naik 10 kali lipat dibandingkan perdagangan spot pada periode tertentu. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pasar derivatif dalam ekosistem aset digital.

Sementara berasas info Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset mata uang digital mencapai Rp 23,01 triliun pada Mei 2026, dengan kekuasaan terbesar pada perdagangan spot. Meski demikian, pasar futures Indonesia tetap mempunyai ruang nan besar untuk berkembang seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan jumlah penanammodal aset mata uang digital Indonesia nan mencapai 22 juta, perkembangan pasar derivatif berpotensi membuka ruang baru bagi ekosistem aset digital domestik. Pertumbuhan volume perdagangan, jumlah pengguna, peningkatan literasi, dan pemahaman akibat bakal menjadi aspek krusial dalam membentuk pasar derivatif Indonesia nan sehat dan berkelanjutan.

"Kami memandang pasar futures Indonesia tetap berada pada tahap awal dan mempunyai ruang untuk berkembang. Seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar, futures berpotensi menjadi bagian nan semakin krusial dalam ekosistem perdagangan aset digital nasional," ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2026).

Sementara berasas aktivitas pengguna Bittime Futures, tercatat pengguna dengan modal relatif mini hingga trader dengan volume transaksi mencapai jutaan dolar AS. Dalam periode beta, terdapat pengguna dengan modal awal di bawah US$ 500 nan menghasilkan volume perdagangan hingga puluhan ribu dolar AS.

Aset nan paling banyak diperdagangkan di Bittime mencakup BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Data tersebut mencerminkan minat futures nan mulai digemari trader dengan karakter nan beragam.

Ryan menegaskan hasil perdagangan perseorangan tidak mencerminkan potensi untung pengguna lain, mengingat futures mempunyai akibat tinggi dan penggunaan leverage dapat memperbesar potensi untung maupun
kerugian.

Ryan menambahkan, salah satu karakter futures adalah elastisitas strategi dalam menghadapi beragam kondisi pasar. Berbeda dengan perdagangan spot, futures memungkinkan trader mengambil posisi jangka panjang ketika memperkirakan nilai bakal naik alias jangka pendek ketika memperkirakan nilai bakal turun, berasas kajian dan strategi masing-masing.

"Futures memberikan ruang bagi trader untuk menerapkan strategi berasas kajian dan kondisi pasar, baik ketika nilai bergerak naik maupun turun. Namun, kesempatan tersebut tetap kudu diimbangi dengan pemahaman produk dan manajemen akibat nan baik," pungkasnya.

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance