Tragedi Siswa SD di Ngada Jadi Alarm Dunia Pendidikan, Negara Diminta Hadir Lebih Nyata

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |14:11 WIB

Tragedi Siswa SD di Ngada Jadi Alarm Dunia Pendidikan, Negara Diminta Hadir Lebih Nyata

Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa (Foto: Dok)

KUPANG – Peristiwa meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengetuk kesadaran publik bakal rapuhnya perlindungan anak di tengah tekanan ekonomi. Tragedi nan menimpa bocah berumur 10 tahun itu menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi cermin persoalan mendasar dalam sistem pendidikan.

Anak tersebut diduga mengakhiri hidupnya lantaran tidak bisa membeli kitab tulis untuk keperluan sekolah. Peristiwa ini tak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang peran negara dan lingkungan pendidikan dalam melindungi anak-anak dari family rentan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa, menilai kejadian tersebut sebagai peringatan keras bagi bumi pendidikan, khususnya di wilayah nan tetap bergulat dengan kemiskinan struktural. Menurutnya, pendidikan nan semestinya menjadi ruang angan dan kegembiraan justru berubah menjadi sumber tekanan bagi anak.

“Pendidikan semestinya menjadi ruang kondusif dan penuh angan bagi anak-anak. Tapi dalam kasus ini, pendidikan justru berubah menjadi kengerian. Seorang anak mini mengakhiri hidupnya dan meninggalkan sepucuk surat perpisahan kepada ibunya. Ini tragedi kemanusiaan nan sangat dalam,” ujar Simson di Kupang, Rabu (4/2/2026).

Simson menegaskan, tragedi tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan perseorangan semata. Ia menilai, kasus ini mencerminkan kegagalan kolektif dalam membangun ekosistem pendidikan nan adil, manusiawi, dan berpihak pada anak-anak dari family kurang mampu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com