Jakarta -
Sebuah kecelakaan pesawat bisa terjadi lantaran hal-hal nan terlihat kecil. Namun, kesalahan mini ini bisa memicu kecelakaan maut.
Salah satu kecelakaan pesawat nan terjadi lantaran perihal seperti ini adalah kejadian pesawat amfibi de Havilland DHC-3 Otter. Pesawat itu jatuh pada 4 September 2022.
Dikutip dari laporan Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB), awalnya pesawat amfibi nan dioperasikan oleh Friday Harbor Seaplanes (West Isle Air) ini lepas landas dari Friday Harbor Seaplane Base (W33) pukul 14.50 waktu setempat menuju Renton, Washington. Ini merupakan penerbangan kelima dari agenda sang pilot hari itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat terbang mendatar pada ketinggian jelajah antara 600 hingga 1.000 kaki di atas permukaan laut dengan kecepatan berkisar antara 115-135 knot. Kondisi cuaca pun dilaporkan cerah dengan sedikit turbulensi sedang.
Namun siapa sangka, sekitar 18 menit setelah mengudara, pesawat tiba-tiba menanjak sedikit sekitar 8°, lampau secara ekstrem langsung menukik sangat tajam ke bawah hingga kemiringan 58°.
Saksi mata di sekitar letak kejadian dan rekaman kamera keamanan mengonfirmasi pesawat mendadak menukik nyaris vertikal. Beberapa saksi mendengar bunyi mesin pesawat dan memandang pesawat berputar-putar saat terjun bebas. Pesawat langsung menghantam permukaan air di Mutiny Bay dan tenggelam ke kedalaman sekitar 200 kaki.
Seluruh 10 orang di dalam pesawat, nan terdiri dari 1 pilot dan 9 penumpang, tewas seketika.
Lupa Pasang Ring Pengunci
Terlepasnya mur penjepit (clamp nut) dari tabung aktuator penstabil mendatar udara menjadi salah satu penyebab kecelakaan. Mur lepas lantaran ring pengunci (lock ring) untuk menahannya tidak ada/hilang.
Puing aktuator nan ditemukan menunjukkan tidak ada cincin pengunci di tempatnya. NTSB tidak dapat memastikan apakah ring tersebut patah lampau terlepas saat terbang, alias memang lupa dipasang oleh petugas saat perawatan penggantian alas lima bulan sebelum kecelakaan. Namun, dugaan kuatnya ring tersebut lupa dipasang.
Penyelidik menemukan bahwa selama perawatan di bulan April 2022, kepala pemeliharaan memasang segel kelembapan (seal berwarna merah) pada aktuator untuk mencegah korosi. Pengujian laboratorium membuktikan segel ini meningkatkan gesekan rotasi antara mur penjepit dan baut mata.
(rdp/imk)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·