(MI/Marianus)
KEPALA Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Petrus Antonius Rasyid, kembali memenuhi panggilan interogator Polres Manggarai Barat pada Selasa (2/6). Pemeriksaan ini merupakan buntut dari kejadian maut nan menewaskan dua visitor asal Austria di lokasi wisata Air Terjun Cunca Wulang.
Berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya, kali ini Petrus dimintai keterangan oleh interogator Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Fokus penyelidikan mengarah pada pertimbangan tata kelola lokasi wisata serta aspek pertanggungjawaban dinas mengenai ambruknya jembatan gantung di area tersebut pada 24 Mei 2026.
Pendalaman Tugas Pokok dan Fungsi
Usai menjalani pemeriksaan, Petrus menjelaskan bahwa materi pertanyaan interogator tetap berkarakter awal dan berfokus pada landasan izin pengelolaan pariwisata di wilayah tersebut.
"Hari ini saya dimintai keterangan oleh interogator Tipikor. Pemeriksaan tetap berkarakter awal, baru menggali mengenai tugas pokok dan kegunaan dinas secara keseluruhan. Untuk substansi nan lebih detail, silakan ditanyakan langsung kepada penyidik," ujar Petrus kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Unit Tipikor kemungkinan besar bermaksud menelaah ada alias tidaknya penyimpangan dalam pengawasan dan tata kelola anggaran lokasi wisata nan dikelola pemerintah daerah.
Soroti Hasil Monitoring sebelum Insiden
Dalam proses pemeriksaan, interogator juga menyinggung mengenai aktivitas monitoring nan sempat dilakukan petugas Disparekrafbud di Air Terjun Cunca Wulang hanya beberapa hari sebelum tragedi terjadi. Namun, Petrus mengaku belum mendalami laporan hasil pemantauan tersebut secara rinci.
"Informasinya monitoring dilakukan pada hari Jumat, sementara saya tetap menjalankan tugas di luar wilayah dan baru kembali pada hari Sabtu. Hari Minggu kejadian itu terjadi," ungkapnya. Meski demikian, dia menjamin seluruh arsip pendukung bakal diserahkan kepada kepolisian untuk memperlancar proses hukum.
Catatan Redaksi: Tragedi di Air Terjun Cunca Wulang pada 24 Mei 2026 menelan korban jiwa dua turis asing asal Austria setelah jembatan gantung di letak tersebut ambruk. Kasus ini sekarang menjadi perhatian serius mengenai standar keamanan lokasi wisata di Labuan Bajo.
Evaluasi Total Tata Kelola Wisata
Pemeriksaan ini merupakan kali kedua bagi Petrus. Sebelumnya, dia dimintai keterangan oleh interogator tindak pidana umum mengenai unsur kelalaian dalam kecelakaan tersebut. Petrus menegaskan bahwa hasil penyelidikan kepolisian bakal menjadi pedoman pertimbangan total bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
"Kalau kelak sudah ada kejelasan, tentu bakal menjadi bahan pertimbangan bagi kami untuk memperbaiki pengelolaan seluruh lokasi wisata di Manggarai Barat, baik nan dikelola pemerintah maupun pihak lainnya," pungkasnya.
Hingga buletin ini diturunkan, pihak Polres Manggarai Barat tetap terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti arsip untuk menentukan kelanjutan status norma dari perkara tata kelola wisata ini. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·