Pemkot Bandung Dukung Upaya RSHS dan RSAB Harapan Kita, Perkuat Deteksi Dini Thalasemia

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Pemkot Bandung Dukung Upaya RSHS dan RSAB Harapan Kita, Perkuat Deteksi Dini Thalasemia Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga di Bandung Minggu (27/7).(Dok.Diskominfo Kota Bandung)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung mendukung upaya penguatan penemuan awal dan pencegahan thalasemia nan diinisiasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berbareng RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita melalui aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga di Bandung Minggu (27/7).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi kerjasama nan dibangun RSHS dan RSAB Harapan Kita dalam menghadirkan jasa nan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada aspek pencegahan dan peningkatan kualitas hidup pasien.

"Atas nama Pemkot Bandung, kami mengapresiasi inisiatif RSHS dan RSAB Harapan Kita nan terus menghadirkan penemuan dalam penanganan thalasemia. Upaya seperti ini sangat krusial lantaran membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penemuan awal dan pencegahan penyakit genetik," tuturnya.

Menurut Farhan, pemkot siap mendukung beragam program nan mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kerjasama dengan rumah sakit, lembaga pendidikan, dan pemerintah pusat. Pemkot Bandung juga mendukung setiap langkah nan memperkuat edukasi kesehatan, skrining, serta pendampingan bagi penyandang thalasemia dan keluarganya. 

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar jasa kesehatan semakin berbobot dan bisa menjangkau masyarakat nan membutuhkan," tandasnya.

Farhan juga menilai kehadiran RSHS sebagai rumah sakit rujukan nasional telah memberikan kontribusi besar terhadap pelayanan kesehatan di Kota Bandung dan Jawa Barat (Jabar).

"Kehadiran RSHS betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berambisi sinergi nan telah terjalin dengan beragam lembaga kesehatan terus berkembang sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan nan semakin baik, termasuk dalam upaya pencegahan thalasemia," ucapnya.

APRESIASI PENGGAGAS
Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi kepada RSHS, RSAB Harapan Kita, Kementerian Kesehatan, serta seluruh tenaga kesehatan dan peneliti nan menggagas aktivitas tersebut. Thalasemia tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat nan memerlukan kerja sama semua pihak.

Berdasarkan info nan disampaikan, prevalensi pembawa sifat thalasemia di Indonesia mencapai sekitar 3–10% dari populasi, dengan sekitar 40% penyandang berada di Jabar.

"Pemprov Jabar berkomitmen memperkuat upaya edukasi, penemuan dini, dan pendampingan sehingga nomor kasus thalasemia dapat terus ditekan. Harapannya kualitas hidup para penyandang juga semakin baik," ungkapnya.

Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi menerangkan, aktivitas pengabdian kepada masyarakat ini menjadi corak nyata komitmen RSHS dalam menghadirkan pelayanan kesehatan nan berakibat langsung bagi masyarakat.

"Kolaborasi dengan RSAB Harapan Kita memperkuat upaya penelitian sekaligus edukasi kepada family penyandang thalasemia agar memahami pentingnya penemuan awal dan skrining genetik," imbuhnya.

Di kesempatan nan sama, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, Reni Wigati, menyebut RSHS merupakan rumah sakit regional terbaik di Indonesia nan mempunyai kontribusi besar terhadap pengembangan jasa kesehatan nasional.

"Saya menjadi saksi bahwa program nasional tidak bakal bisa menjangkau masyarakat tanpa kerja keras rumah sakit-rumah sakit regional. Karena itu, kerjasama dengan RSHS menjadi contoh nyata gimana penelitian dan pelayanan kesehatan dapat memberikan faedah langsung kepada masyarakat," sambungnya. 

FOKUS KEGIATAN
Ia menjelaskan, konsentrasi utama aktivitas tahun ini adalah membujuk family penyandang thalasemia untuk mengikuti skrining genetik sehingga masyarakat mengetahui status pembawa sifat (carrier) sejak awal dan dapat mengambil langkah pencegahan pada generasi berikutnya.

Melalui kerjasama antara rumah sakit, pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti, dan masyarakat, aktivitas ini diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan thalasemia sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penyandang dan keluarganya di Indonesia.

Kegiatan nan merupakan bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional 2026 sekaligus peringatan HUT ke-103 RSHS ini mempertemukan penyandang thalasemia, family pasien, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, serta pemerintah untuk memperkuat edukasi, penemuan dini, dan pendampingan bagi penyandang penyakit kelainan darah bawaan tersebut.

Dalam aktivitas tersebut dilakukan edukasi mengenai thalasemia, pemutaran video testimoni pasien, paparan hasil program, hingga pengambilan 90 sampel air liur sebagai bagian dari penelitian dan penguatan skrining genetik. Sebanyak 484 penyandang thalasemia turut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas tersebut. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia