(MI)
PEMENTASAN epik berjudul Putra Banten: Daun-Daun nan Terbang pada Sabtu (8/8) menjadi wujud nyata keberhasilan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) tahun 2026. Berkolaborasi dengan mitra sasaran Sanggar Panggung Tunas Budaya nan dipimpin Shiera, kegiatan ini mengambil tempat di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten.
Pementasan ini bukan sekadar seremoni seni, melainkan lompatan besar dalam merevitalisasi ekosistem teater perjuangan melalui pendekatan digital nan terintegrasi. Kisahnya tentang perjalanan berdirinya Kesultanan Banten di bawah kepemimpinan dua tokoh sentral karismatik, Syarif Hidayatullah dan Sultan Hasanuddin.
Di atas panggung, para tokoh menghidupkan kembali heroisme saat Banten sukses mengusir armada Portugis. Lebih dari narasi peperangan, lakon ini menyoroti kepintaran strategis Sultan Hasanuddin dalam memimpin Banten menuju masa keemasan melalui penguatan sektor perdagangan maritim, penyebaran syiar Islam, serta ekspansi wilayah nan bijaksana. Pesan moral terkuat dalam lakon ini adalah pentingnya kekuatan diplomasi dan negosiasi elegan dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Kolaborasi Akademisi Universitas Budi Luhur
Kesuksesan pementasan dan transformasi digital ini digerakkan oleh kerjasama lintas disiplin dari Universitas Budi Luhur. Tim pengajar diketuai oleh Dolly Virgian Shaka Yudha Sakti (Teknik Informatika) sebagai Manajer Proyek dan Analis Sistem didukung oleh Anwar Rifa'i (Teknik Informatika) sebagai Lead Developer, serta Amin Aminudin (Ilmu Komunikasi) sebagai Creative Director dan UI Designer.
Pelaksanaan di lapangan juga diperkuat oleh dedikasi tiga mahasiswa: Susanto Adi Nugroho (Sistem Komputer) pada prasarana IT, Altaf Fattah Amanullah (Teknik Informatika) sebagai Front-End Web Developer, dan Ananda Putra Nugraha (Teknik Informatika) sebagai Back-End Web Developer. Sinergi ini melahirkan solusi teknologi tepat guna bagi pelestarian sejarah Banten.
Inovasi SI-ART: Solusi Pelestarian dan Apresiasi
Tim pelaksana membangun platform SI-ART Banten (Sistem Informasi Arsip & Apresiasi Teater Banten) nan terdiri dari dua modul utama:
- Repositori Arsip Digital: Bank info internal untuk menstandardisasi dan menyelamatkan naskah antik ke dalam format digital nan aman.
- E-Program Book Interaktif: Fitur bagi publik untuk mengakses sinopsis, riwayat hidup tokoh, dan konteks sejarah melalui pemindaian kode QR saat pementasan.
Tahapan Pemberdayaan dan Pelatihan
Pencapaian ini merupakan hasil pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), hingga pengembangan sistem. Fase krusial melibatkan pemberdayaan personil sanggar melalui tiga workshop intensif: Literasi Digital, Teknik Preservasi Digital, dan Desain Konten Visual.
Pascapelatihan, mahasiswa melakukan pendampingan operasional melalui program Klinik Digital hingga sanggar mandiri. Program ini melahirkan kader pengelola digital dan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjamin penemuan berkepanjangan di masa depan.
Apresiasi dan Dukungan Pemerintah
Visi merevitalisasi teater perjuangan Banten ini terealisasi berkah support pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026.
Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada kementerian mengenai atas kepercayaan dan biaya hibah nan menjadi urat nadi keberhasilan program ini. Kolaborasi strategis ini diharapkan terus bersambung demi menyelamatkan warisan takbenda bangsa dan mewujudkan Indonesia nan maju serta berakar kuat pada nilai kebudayaan. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·