TOTO Meroket di Era AI: Bisnis Material Chipnya Lebih Cuan dari Jual Alat Toilet

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Kantor TOTO di Jepang. Foto: Ned Snowman/Shutterstock

Produsen perlengkapan bilik mandi TOTO menginvestasikan 80 miliar yen alias sekitar Rp 8.8 triliun (kurs Rp 110) dalam lima tahun ke depan untuk mengembangkan upaya material semikonduktor. Investasi ini bermaksud untuk pengembangan chip fabrikasi 1 nanometer.

TOTO memang lama dikenal sebagai produsen perlengkapan bilik mandi keramik. Perusahaan ini memandang prospek sektor semikonduktor menjadi pendorong untung utama lantaran meningkatnya permintaan bakal chip kepintaran buatan (AI).

Manufaktur baru ini rencananya bakal difokuskan di akomodasi TOTO di prefektur Kanagawa, dekat Tokyo. Di letak ini, TOTO bakal melakukan penelitian dan pengembangan logic semiconductor dengan lebar jalur sirkuit kisaran 1 nm.

Ilustrasi komponen chip. Foto: Saulo Ferreira Angelo/Shutterstock

TOTO sebenarnya sudah merambah ke upaya material semikonduktor sejak 1980-an. Di sektor ini, TOTO mempunyai sejumlah produk unggulan dalam rantai produksi pembuatan chip, yakni:

  • Chucks Elektrostatik (ESC): Penjepit keramik berteknologi tinggi nan mengamankan dan meratakan wafer silikon melalui listrik tetap selama etsa plasma/kriogenik.

  • Ceramic AD (Aerosol Deposition) Films: Lapisan partikel lembut unik nan digunakan pada peralatan manufaktur chip untuk meningkatkan ketahanan panas dan daya tahan.

  • High-Rigidity & Structural Ceramics: Digunakan untuk sistem transportasi, pemrosesan, dan inspeksi presisi dalam manufaktur semikonduktor dan LCD.

Ilustrasi chip di motherboard komputer. Foto: Pexels

Bisnis ini sempat merugi selama bertahun-tahun, namun kondisi ini berbalik. Permintaan produk segmen pengembangan semikonduktor ini melonjak sekitar 2020 di tengah booming chip AI. Segmen upaya ini apalagi jadi penyumbang untung terbesar, melampaui upaya inti TOTO sendiri untuk peralatan sanitasi.

Divisi upaya ini, mencatat kenaikan penjualan 34% menjadi 67,4 miliar yen alias sekitar Rp 7,4 triliun untuk tahun fiskal nan berhujung Maret, sementara untung operasionalnya melonjak 42% menjadi 28,9 miliar yen alias Rp 3,1 triliun.

Kontribusi bagian ini terhadap total pendapatan perusahaan memang baru sekitar 10%, tetapi labanya sudah melampaui upaya peralatan rumah tangga termasuk produk keramik perlengkapan mandi nan jadi identitas TOTO dan menyumbang lebih dari separuh total untung perusahaan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan