Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini mengenai Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp 1,029 triliun pada Senin 15 Juni 2026.
Uang tersebut merupakan hasil dari aktivitas lelang Badan Pemulihan Aset (BPA) Fair dan aset terpidana Eddy Tansil. Hal itu disampaikan Kepala BPA Kejaksaan Kuntadi.
Sebagai informasi, Eddy Tansil merupakan terpidana korupsi pembobolan angsuran Bank Bapindo. Ia buron sejak kabur dari Lapas Cipinang pada 1998.
Sementara itu, sebanyak 15 mahasiswa dari beragam universitas diterima oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Momen itu terjadi di sela tindakan demo mahasiswa pada Senin, 15 Juni 2026. Kepada Liputan6.com, salah seorang mahasiswa menceritakan momen di dalam Istana Wakil Presiden.
Senin sore jelang magrib, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi Maludin tetap memperkuat di Jalan Medan Merdeka Selatan. Ketika itu, massa mahasiswa hendak menerobos pagar besi nan dipasang polisi di dekat Patung Kuda.
Mahasiswa mau menyampaikan aspirasi di depan Istana Presiden. Mereka mau berjumpa langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Kalau pun tidak bisa berjumpa Presiden, mahasiswa menginginkan ada perwakilan Istana nan menemui mereka.
Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah mengenai pengacara senior Elza Syarief menyatakan mundur dari tim norma mantan wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya.
Elza merasa dibohongi atas perkara nan sebelumnya dipercayakan kepadanya. Seperti diketahui, Sony terseret kasus dugaan korupsi di lembaga BGN.
Elza mengatakan, pengunduran diri disampaikan Senin 15 Juni 2026. Selain merasa dibohongi, dia juga mempertimbangkan langkah Kejagung menetapkan pihak swasta Asep Yusuf Somantri (AYS) selaku orang dekat Sony, sebagai tersangka.
Berikut deretan buletin terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa 16 Juni 2026:
1. Lelang Aset Koruptor, Kejagung Setor Rp 1,029 Triliun ke Negara
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp 1,029 triliun pada Senin 15 Juni 2026.
Uang tersebut merupakan hasil dari aktivitas lelang Badan Pemulihan Aset (BPA) Fair dan aset terpidana Eddy Tansil.
"PNBP hasil BPA Fair adalah sejumlah Rp 978.191.839.000," kata Kepala BPA Kejaksaan, Kuntadi, dikutip Selasa 16 Juni 2026.
"Dalam kesempatan ini juga dapat kami laporkan bahwa BPA sukses melakukan penelusuran aset atas nama terpidana Eddy Tansil berupa duit sebanyak Rp 51.682.537.000 serta kami sukses melacak 18 bagian tanah kosong dan 2 bagian tanah beserta gedung nan diperkirakan nilainya mencapai Rp 30.998.000.000," sambungnya.
Sebagai informasi, Eddy Tansil merupakan terpidana korupsi pembobolan angsuran Bank Bapindo. Ia buron sejak kabur dari Lapas Cipinang pada 1998.
Selengkapnya...
2. Cerita Mahasiswa Tentang Pertemuan dengan Wapres Gibran
Sebanyak 15 mahasiswa dari beragam universitas, diterima oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Momen itu terjadi di sela aksi demo mahasiswa pada Senin, 15 Juni 2026. Kepada Liputan6.com, salah seorang mahasiswa menceritakan momen di dalam Istana Wakil Presiden.
Senin sore jelang magrib, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi Maludin tetap memperkuat Jalan Medan Merdeka Selatan. Ketika itu, massa mahasiswa hendak menerobos pagar besi nan dipasang Polisi di dekat Patung Kuda.
Mahasiswa mau menyampaikan aspirasi di depan Istana Presiden. Mereka mau berjumpa langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Kalaupun tidak bisa berjumpa Presiden, mahasiswa menginginkan ada perwakilan Istana nan enemui mereka.
"Saya sampaikan dan menyampaikan tawaran ataupun angan kawan-kawan mahasiswa nan ikut serta tindakan tersebut. Siapa pun pihak istana mau menemui kami ini di dalam tindakan di Silang Monas ini," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Selasa 16 Juni 2026.
Selengkapnya...
3. Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur dari Pengacara Sony Sonjaya
Pengacara senior, Elza Syarief menyatakan mundur dari tim norma mantan wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. Elza merasa dibohongi atas perkara nan sebelumnya dipercayakan kepadanya. Seperti diketahui, Sony terseret kasus dugaan korupsi di lembaga BGN.
Elza mengatakan, pengunduran diri disampaikan Senin 15 Juni 2026. Selain merasa dibohongi, dia juga mempertimbangkan langkah Kejagung menetapkan pihak swasta Asep Yusuf Somantri (AYS) selaku orang dekat Sony, sebagai tersangka.
"Karena Pak Sony tidak jujur dan sebelum berjanji bersih tapi info beberapa orang terutama Asep, dia menerima duit dari Asep secara rutin," ujar Elza kepada awak media, Selasa 16 Juni 2026.
Selengkapnya...
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·