Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang di Provinsi Banten secara bertahap. Proyek strategis nasional sepanjang 83,67 kilometer ini diharapkan memperkuat konektivitas wilayah utara hingga selatan Banten sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya berfaedah sebagai prasarana transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.
"Pembangunan jalan tol selalu mempunyai makna strategis, tidak hanya bagi prasarana fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," kata Dody dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5/2026).
Jalan Tol Serang-Panimbang terbagi menjadi tiga seksi, ialah Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,45 km, Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 km, dan Seksi 3 Cileles-Panimbang sepanjang 33 km. Jalan tol ini melintasi wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.
Seksi 1 Serang-Rangkasbitung nan telah beraksi sejak tahun 2021 dan menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat di Banten bagian tengah.
Sementara itu, pembangunan Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles saat ini telah memasuki tahap akhir dengan progres bangunan mencapai 98,64% dan progres pembebasan lahan sebesar 86,71%. Ruas ini ditargetkan selesai bangunan pada kuartal II tahun 2026.
Foto: dok Proyek Tol Serang-Panimbang
Adapun pembangunan Seksi 3 Cileles-Panimbang nan merupakan porsi pemerintah terus melangkah secara bertahap. Pada Fase 1 telah mencapai 99,88%. Sementara pekerjaan Fase 2 nan terbagi atas beberapa paket juga terus melangkah dan ditargetkan rampung secara berjenjang hingga akhir 2026.
Tol Serang - Panimbang dirancang dengan kecepatan rencana 100 km per jam, 4 lajur 2 arah, median 3,8 meter, serta dilengkapi sejumlah simpang susun utama seperti Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja, Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, dan Panimbang.
Kehadiran Jalan Tol Serang-Panimbang diyakini bakal mempercepat pengembangan area ekonomi dan pariwisata di Provinsi Banten, termasuk mendukung konektivitas menunju Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, lokasi wisata pesisir selatan, serta area konservasi Taman Nasional Ujung Kulon.
Selain itu, waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung diproyeksikan menjadi sekitar 2-3 jam, jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya nan dapat mencapai 4-5 jam.
Penyelesaian jalan tol ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat dan pengedaran logistik, membuka kesempatan investasi baru, serta memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Banten.
(wur/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·