Tol Cibitungamp;ndash;Cilincing Belum Optimal, Tarif Rp70 Ribu Jadi Sorotan

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Tol Cibitung–Cilincing Belum Optimal, Tarif Rp70 Ribu Jadi Sorotan

Jalan Tol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemanfaatan Jalan Tol Cibitung–Cilincing nan terhubung langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok dinilai belum optimal, meski digadang-gadang menjadi jalur utama pengedaran logistik dari area industri Cikarang, Bekasi, hingga Karawang menuju pelabuhan.

Hingga kini, jumlah kendaraan nan melintas setiap hari tercatat sekitar 8.000 unit, nomor nan dianggap tetap jauh di bawah kapabilitas tersedia, sehingga mendorong dorongan agar pengelola segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan utilisasi, terutama melalui penyesuaian dan integrasi tarif guna menekan biaya pikulan serta mengurai kepadatan di ruas tol alternatif.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria menilai,  Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) kudu segera mengambil langkah konkret agar Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kendaraan pikulan logistik.

Menurut Sofyano, keberadaan Tol Cibitung–Cilincing nan terhubung langsung ke area Pelabuhan Tanjung Priok semestinya menjadi solusi utama kelancaran pengedaran peralatan dari area industri Cikarang, Bekasi, hingga Karawang menuju pelabuhan. 

“Perlu berupaya serius mencarikan solusi agar Tol JTCC betul-betul menjadi jalur utama logistik. Salah satu persoalan utama adalah tarif nan dinilai tetap mahal, sekitar Rp70.000 per unit kendaraan untuk golongan tertentu. Ini membikin banyak operator logistik memilih jalur lain,” ujar Sofyano, Sabtu (28/2/2026). 

Ia menegaskan, Pelindo mempunyai kepemilikan saham pada ruas tol JTCC tersebut sehingga mempunyai kepentingan langsung untuk mendorong optimasi pemanfaatannya. Karena itu, manajemen Pelindo didorong untuk mengupayakan adanya pemberlakuan tarif terintegrasi dengan jaringan tol lainnya agar biaya nan ditanggung pengusaha pikulan menjadi lebih efisien.

“Ini perlu dibicarakan serius dengan pihak Pemerintah dan juga pihak mengenai sehingga soal tarif ini bisa dipecahkan.Keberhasilan mengatasi “masalah” nan ada ialah mengenai Tarif nan dinilai mahal, bakal sangat di apresiasi publik” tambah Sofyano. 

Sofyano juga menyebutkan, selama ini jumlah pengguna harian JTCC tetap jauh dari potensi maksimalnya. Kondisi sepinya pengguna JTCC, lanjutnya, berakibat pada semakin padatnya ruas Tol Cikampek dan Tol Cakung–Cilincing (Cacing) Cikarang nan tetap menjadi pilihan utama kendaraan logistik.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑