TNI Bantah Serang Gereja di Intan Jaya: Itu Narasi Menyesatkan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah keras tuduhan nan menyebut abdi negara TNI melakukan serangan terhadap Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Narasi nan beredar di media sosial tersebut dinilai menyesatkan dan berpotensi memperkeruh situasi keamanan di wilayah setempat.

Tuduhan tersebut muncul setelah beredarnya info nan langsung mengaitkan kejadian ledakan di lingkungan gereja dengan abdi negara keamanan. Padahal, saat ini proses investigasi tetap terus melangkah untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna, mengungkapkan bahwa jenis granat nan ditemukan di letak ledakan bukan merupakan senjata standar nan digunakan oleh TNI.

"Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial nan langsung menuduh TNI-Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut," kata Wirya dalam keterangan tertulisnya.

Wirya juga meluruskan rumor mengenai penggunaan teknologi militer dalam kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa TNI tidak pernah menggunakan drone bersenjata untuk menyerang penduduk sipil, terlebih di area rumah ibadah nan kudu dilindungi dari konflik.

Menurut Wirya, Koops TNI Habema selama ini mengedepankan pendekatan keamanan nan humanis dalam menjalankan tugas di Papua. Perlindungan terhadap masyarakat sipil, tempat ibadah, serta akomodasi umum tetap menjadi prioritas utama abdi negara di lapangan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita