TNI AD Sebut Danrem Brigjen Yuniar Beli 4 Tiket Jogja Maraton

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Darat menjelaskan soal kejadian viral melibatkan Danrem 072/Pamungkas Brigjen Yuniar Dwi Hantono dan ajudan saat mengikuti arena Mandiri Jogja Marathon 2026 pada Minggu (21/6).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkap perwira tinggi TNI AD itu sebenarnya sudah membeli empat tiket, untuk dirinya dan ajudan serta istri dan anaknya.

Dalam kejadian tersebut, ajudan dari Yuniar ditarik keluar dari arena lomba maraton lantaran tidak menggunakan BIB alias nomor identitas peserta nan wajib dipasang di bagian dada alias punggung pelari. Keputusan panitia kemudian diprotes oleh Brigjen Yuniar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Donny, kejadian antara panitia penyelenggara dengan Yuniar dipicu kesalahpahaman.

"Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman nan terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat aktivitas berlangsung," ujar Donny.

Donny menjelaskan Yuniar saat itu sedang mengikuti arena maraton berbareng istri, satu orang anak beserta ajudannya. Mereka, kata Donny, terdaftar sebagai peserta dan memegang tiket resmi dari penyelenggara arena maraton tersebut.

Oleh lantaran itu, mereka berempat mendapatkan BIB alias nomor identitas peserta nan wajib ditempelkan di badan selama arena maraton berlangsung. Namun, BIB milik sang ajudan terjatuh di tengah jalur ketika perlombaan tetap berlangsung.

"Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan nan cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," ujar Donny.

Kondisi tersebut membikin panitia kudu memberhentikan si ajudan nan saat itu sedang berlari sembari mendokumentasikan Yuniar di tengah perlombaan.

Peristiwa tersebut terekam di media sosial. Yuniar tampak bersitegang dengan panitia lantaran tidak terima ajudannya diberhentikan di tengah jalan.

"Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta penjelasan secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik," ujar Donny.

TNI AD pun mengapresiasi kerja panitia lantaran telah bekerja secara ahli dalam menjaga ketertiban dan menerapkan peraturan nan bertindak di dalam perlombaan.

Dengan peristiwa itu, Donny mengharapkan masyarakat bisa memahami kejadian itu secara bijak dan tidak terjerumus ke dalam fakta-fakta nan belum terkonfirmasi kebenarannya.

"Kami berambisi masyarakat dapat memandang peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain nan tidak sesuai dengan kebenaran nan sebenarnya," ucap Donny.

(antara/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional