Tito Ungkap Cara Satgas PRR Jaga Bantuan Bencana Sumatera Tepat Sasaran

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memastikan penyaluran support agunan hidup (jadup) serta beragam support sosial lainnya bagi penyintas musibah terus berjalan. Penyaluran dilakukan dengan prinsip tepat sasaran, akuntabel, dan berbasis info lapangan.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian menegaskan seluruh sistem penyaluran support menggunakan pendekatan berbasis info dari pemerintah wilayah alias bottom-up. Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan support betul-betul diterima oleh masyarakat nan berhak.

"Kecepatan untuk memberikan bantuan, baik rumah nan rusak, perorangan, perabotan, duit lauk-pauk, dan juga stimulan ekonomi, itu menggunakan sistem bottom-up dari pendataan pemerintah kabupaten/kota. Ada nan cepat, ada nan lambat," kata Tito, dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tito menjelaskan perbedaan kecepatan penyaluran support di tiap wilayah bukan disebabkan oleh keterlambatan pemerintah pusat, melainkan lantaran ragam kecepatan pendataan dan pengajuan dari pemerintah daerah. Menurutnya, info penerima support kudu melalui proses verifikasi berlapis, mulai dari pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga pengesahan lapangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kami menemukan ada info dobel di lapangan. Karena itu verifikasi sangat krusial agar support tepat sasaran," tegasnya.

Berdasarkan info Satgas PRR per (13/4/2026), penyaluran support sosial dari Kementerian Sosial berupa support agunan hidup, isi hunian, serta stimulan ekonomi telah menjangkau beragam wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Provinsi Aceh, Kabupaten Pidie Jaya tercatat menerima support terbesar dengan total Rp123,66 miliar. Disusul Aceh Timur sebesar Rp37,68 miliar dan Aceh Tengah Rp27,14 miliar. Selain itu, sejumlah wilayah lain seperti Bener Meriah, Nagan Raya, dan Kota Subulussalam juga menerima support dengan nilai miliaran rupiah.

Sementara di Sumatera Utara, support sosial disalurkan antara lain ke Tapanuli Selatan sebesar Rp14,61 miliar, Langkat Rp8,51 miliar, serta Humbang Hasundutan mencapai Rp3,62 miliar. Adapun di Sumatera Barat, support tercatat disalurkan ke Kota Padang Panjang sebesar Rp81,81 miliar, Padang Pariaman Rp9,18 miliar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota Rp6,75 miliar.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaluran support sosial dilakukan secara berkepanjangan tanpa henti selama info penerima telah tersedia dan tervalidasi.

"Bantuan sosial pasca-kebencanaan terus kami salurkan. Tidak ada libur, selama datanya sudah ada, langsung kami salurkan," ujar Saifullah Yusuf.

Secara unik di Aceh Tamiang, total support sosial nan telah disalurkan mencapai Rp205,18 miliar. Bantuan tersebut mencakup agunan hidup, isi hunian, stimulan ekonomi, hingga santunan bagi korban meninggal dan luka berat.

Pada tahap kedua, support nan disalurkan mencapai Rp76,68 miliar dengan rincian support agunan hidup bagi 20.908 jiwa senilai Rp28,22 miliar, support isi kediaman untuk 5.941 kepala family sebesar Rp17,82 miliar, stimulan sosial ekonomi untuk 5.491 kepala family senilai Rp29,70 miliar, serta santunan bagi 187 korban luka berat sebesar Rp935 juta.

Saifullah menegaskan seluruh support disalurkan berasas info nan telah diverifikasi secara ketat oleh pemerintah wilayah berbareng unsur mengenai guna memastikan support tepat sasaran.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News