Tito Sentil Kepala Daerah soal Anggaran Pascabencana di Sumatera

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyentil kepala wilayah soal penggunaan anggaran pascabencana di wilayah Sumatera.

Ia menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah tiga kali mengucurkan biaya kepada wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pertama, kata Tito, sekitar Rp268 miliar. Kedua, pada Februari 2026 support tambahan Rp10,6 triliun. Terakhir, Agustus 2026 senilai Rp1,9 triliun.

Namun, Tito menyayangkan kepala wilayah nan baru memakai 10 persen dari total biaya support nan diberikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada nan sudah sampai 60 persen, terima kasih uangnya dipakai dari support Presiden, tapi ada juga nan tetap di bawah 10 persen padahal ini sudah bulan Oktober," kata Tito di hadapan wartawan di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/10).

Ia pun mengatakan bahwa kepala wilayah kudu bisa diajak kerja sama dengan pemerintah pusat untuk memulihkan wilayah usai bencana. 

"Jangan hanya mengharapkan kerja dari pemerintah pusat, pemulihan ini kudu dikerjakan bersama-sama," ucap Tito.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan banyak sarana dan prasarana khususnya kesehatan nan rusak akibat musibah di Sumatera pada November lalu. Oleh lantaran itu, dia meminta kepala wilayah khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk menggunakan anggaran dari pemerintah dengan baik.

"Ada puluhan rumah sakit umum daerah, ada ratusan puskesmas, ada ratusan puskesmas pembantu tingkat desa, dan puskesmas tingkat kecamatan nan terdampak," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pemulihan pascabencana di Sumatera ini juga konsentrasi terhadap sarana dan prasarana kesehatan.

"Target kita, begitu memandang akomodasi kesehatan ini banyak sekali nan terdampak, di mana 9 rumah sakit betul-betul berakhir beraksi lantaran banjir dan lumpurnya tinggi sekali," ucap Budi.

Ia menjelaskan pemulihan rumah sakit sangat krusial lantaran saat terjadi musibah dan situasi darurat, rumah sakit menjadi jasa nan tidak boleh berhenti.

"Misalnya operasi, ibu melahirkan, dan cuci darah. Hal itu kudu segera kita bangun kembali kapasitasnya, dan alhamdulillah dalam 1 bulan seluruh rumah sakit di tiga provinsi ini bisa beraksi kembali," kata Budi.

Setelah memulihkan rumah sakit, Budi juga merenovasi ribuan puskesmas nan terdampak bencana. Ia menyebut ribuan puskesmas telah beraksi kembali dalam waktu 2,5 bulan.

"Puskesmas ini perlu untuk menyaring agar jangan semua orang masuk ke rumah sakit nan kelak bakal membuatnya penuh. Beberapa aktivitas seperti imunisasi dan cek kesehatan tetap bisa dijalankan di puskesmas," kata Budi.

(knf/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑