Jakarta -
Pembangunan kediaman tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak musibah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, terus dipercepat. Pembangunan didorong dilakukan secara masif sekaligus memastikan jalan, air, listrik, dan prasarana area tersedia agar kediaman dapat segera ditempati.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Tito mengatakan percepatan diperlukan untuk memberikan kepastian tempat tinggal kepada masyarakat nan kehilangan rumah alias mengalami kerusakan berat akibat bencana.
"Kita mau agar warga-warga nan terdampak, nan rumahnya hilang, rusak berat, itu segera mereka dibangunkan huntapnya. Supaya mereka ada ketenangan, ya, bahwa pemerintah itu hadir. Kira-kira gitu. Jadi kami bakal terus jalan ini," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Jumat (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan huntap di Tapanuli Tengah dilaksanakan melalui beberapa skema. Skema in situ dilakukan dengan membangun kembali rumah di letak semula nan dinyatakan aman, sedangkan skema ex situ dilaksanakan di letak baru nan lebih aman.
Adapun huntap komunal dibangun secara terpusat dalam satu area nan dilengkapi prasarana pendukung.
Huntap melalui skema in situ dan ex situ ditangani Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sementara pembangunan huntap komunal dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Tito meminta pembangunan nan ditangani BNPB segera bergerak dari tahap percontohan menuju penyelenggaraan secara masif sesuai program.
"Saya mau agar dikerjakan masif. Saya dengar tiga nan dibangun contoh. Baru contoh. Bagus contohnya, tapi jangan sampai tahun ini enggak dikerjakan. nan sesuai programnya dikerjakan," kata Tito.
Percepatan tersebut diperlukan agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk memperoleh kediaman nan kondusif dan layak. Program nan telah disiapkan kudu segera memasuki tahap pembangunan dan dituntaskan sesuai sasaran penyelenggaraan tahun 2026.
Selain pembangunan oleh BNPB dan Kementerian PKP, penyediaan huntap komunal di Tapanuli Tengah juga mendapat support Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Bangunan rumah di area tersebut telah selesai, tetapi belum dapat langsung dimanfaatkan lantaran sejumlah prasarana nan menjadi tanggung jawab pemerintah wilayah tetap kudu dituntaskan.
"Permasalahan jalan, lingkungan nan menjadi tanggung jawab Pemda, kemudian persoalan air, dan persoalan listrik itu tanggung jawabnya Pemda. Kalau nan bangunkan gedungnya itu tanggung jawab dari Buddha Tzu Chi, ya. Buddha Tzu Chi sudah siap, sudah selesai," tuturnya.
Prasarana nan perlu segera diselesaikan meliputi akses jalan, penataan lingkungan kawasan, penyediaan air, listrik, dan saluran drainase. Ia meminta pemerintah wilayah mempercepat pekerjaan tersebut agar huntap dapat segera diserahkan dan ditempati masyarakat.
"Saya lihat tadi belum selesai, makanya saya kejar, kelak Oktober kita datang lagi, kudu selesai," pungkasnya.
(akn/ega)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·