Tito Akan Ubah Definisi MBR-Hapus Hambatan Domisili untuk 3 Juta Rumah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan merevisi arti masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai dukungan pada program 3 juta rumah.

Selain itu Tito juga bakal memberikan kepastian norma bagi penduduk nan berbeda domisili dalam mengakses program perumahan. 

Dalam keterangan tertulis Kemendagri, pendapatan MBR nan semula maksimal Rp7 juta per bulan bagi nan belum menikah menjadi Rp8,5 juta. Upaya ini dilakukan agar program tersebut dapat menyasar masyarakat nan lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu masyarakat nan mau mengakses program perumahan tidak merujuk pada KTP domisili.

"Kita bakal revisi kembali.Karena Pak Ara (Menteri PKP) mau memperluas [definisi] masyarakat berpenghasilan rendah itu," kata Tito usai aktivitas Sosialisasi Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Lapangan Persima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (15/6).

Tito mengatakan selama ini telah mengoordinasikan langkah berbareng kepala wilayah serta membikin kebijakan seperti membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR.

Bersama Maruarar, Tito juga rutin melakukan peninjauan langsung penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah. Termasuk peninjauan di wilayah Tambora, Jakarta Barat. 

"Semuanya juga bergerak seperti ini langsung door to door, lihat langsung ke lapangan, menyentuh langsung di rakyat. Jadi bukan berasas informasi, apalagi di belakang meja," katanya.

Mendagri menilai area Tambora sebagai salah satu wilayah terpadat di Indonesia dan banyak terdapat perumahan nan tidak layak. Ia pun sempat memandang langsung salah satu rumah mini nan ditempati 10 orang.

Ia mengatakan, kunjungan ke lapangan berbareng Menteri PKP juga sering dilakukan, seperti awal Juni lampau di Bantul, Yogyakarta. Sebelumnya dilakukan di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, hingga area perbatasan di Sulawesi Utara.

"Jadi program Bapak Prabowo di antaranya program rumah ini betul-betul menyentuh, lantaran peduli rakyat kecil. Ini riil, saya mendampingi Pak Ara (Menteri PKP) bukan sekali ini aja," kata Tito.

(tim/sur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional