Titik Api Menyebar di Kalimantan, IKN Bahas Sasaran Bom Air

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak lima titik di area penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, menjadi sasaran pembasahan udara melalui pengeboman air (water bombing) untuk menanggulangi kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

"Lokasi pertama adalah area Bukit Tengkorak nan masuk area Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto," kata Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN (OIKN) Myrna A. Safitri saat dikonfirmasi di Penajam, Sabtu (5/9) mengutip Antara.

Myrna menambahkan, sasaran operasi selanjutnya berada di sepanjang area Bukit Merdeka hingga Teluk Dalam di poros Samarinda-Balikpapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembasahan juga diarahkan ke wilayah Wonotirto menuju Tanjung Harapan, nan merupakan area rawa gambut dan saat ini dalam kondisi mengering.

Menurut dia, seluruh area sasaran tersebut mempunyai karakter vegetasi campuran dengan kontur tanah berbukit.

"Kondisi geografis ini membikin pemadaman dari udara menjadi opsi nan jauh lebih efektif dan kondusif daripada menerjunkan personel darat melalui jalur pejalan kaki," jelas Myrna.

Pada kesempatan terpisah, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis H Sumadilaga menerangkan bahwa OIKN bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (AU) dalam melaksanakan operasi karhutla tersebut.

Operasi taktis ini digelar setelah hasil pemantauan terkini menunjukkan adanya peningkatan akibat kebakaran nan signifikan di sejumlah area penyangga ibu kota baru tersebut.

Dalam operasi ini, TNI AU menyiagakan satu unit Helikopter Caracal di Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan sebagai armada utama pemadaman.

Helikopter tersebut mempunyai kapabilitas angkut kantong air (bambi bucket) seberat dua ton alias setara 2.000 liter air dalam sekali terbang.

"Operasi ini selain untuk memadamkan titik api (hotspot), sekaligus membasahi area nan berpotensi terbakar," ujar Danis.

Ia menambahkan, upaya pembasahan lahan (wetting) menjadi langkah krusial untuk menekan akibat perambatan api, terutama di tengah kondisi arah angin nan kerap berubah-ubah secara naik turun di lapangan.

OIKN memastikan pemantauan titik rawan kebakaran bakal terus dilakukan secara intensif selama periode rentan karhutla musim tandus ini.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan berkala petugas di lapangan bakal menjadi dasar utama dalam menentukan koordinat area pembasahan berikutnya, terutama jika kondisi angin dan suhu harian menunjukkan peningkatan parameter risiko.

(antara/mik)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional