Titiek Soeharto Endorse Produk Konveksi Karya Napi Nusakambangan

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Cilacap -

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto membantu promosi produk konveksi karya narapidana (napi) Nusakambangan. Titiek mengatakan juga mengingatkan kepada 175 napi di Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi Nusakambangan agar menjaga kualitas karya mereka.

"(Premi) buat mereka tabungan?" tanya Titiek kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto di lokasi, Sabtu (20/6/2026).

"Siap," jawab Menteri Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dapat tambahan remisi juga?" tanya Titiek lagi.

Menteri Agus mengiyakan. Titiek berkeliling ke area menjahit, area pembuatan pola baju, area sablon hingga area pengemasan baju. Dia lampau memperhatikan kerapihan jahitan tersebut, dan tersenyum.

Titiek mengambil sehelai kaos nan hendak dikemas, dan menanyakan nilai jual sepotong baju tersebut. Harganya Rp 50.000.

"Sini saya mau promosi. Sekarang saya meninjau BLK Nusakambangan nan untuk bikin garmen. Ini bikinannya rapi-rapi, bagus. Jadi nan mau pesan, satunya Rp 50 ribu tapi kasih untung dikit deh, Rp 60 ribu gitu," ucap Titiek.

Titiek tinjau produksi produk konveksi di Lapas NusakambanganTitiek tinjau produksi produk konveksi di Lapas Nusakambangan (Foto: Audrey Santoso/detikcom)

Dia lampau membolak kembali sisi depan dan belakang baju tersebut. Saat ini BLK Konveksi Nusakambangan mengerjakan pesanan 2.500 helai kaos.

"Ini pesanannya Lapas Pekalongan. Mungkin tempat-tempat lain, perusahaan-perusahaan lain mau pesan di sini, di industri garmen Nusakambangan," sambung dia.

Titiek kembali terkagum dan menegaskan jahitan para napi di BLK Konveksi Nusakambangan rapih. Dia pun mengapresiasi sisi quality control BLK ini.

"Jahitannya rapi nggeh, Bu?" tanya Menteri Agus.

"Rapi. Harus ada quality control. Kayanya ini sudah bagus, (jahitan bagian) dalamnya (baju) juga sudah rapih," tanggap Titiek.

Dia lampau berpesan kepada ratusan napi untuk menjaga kualitas jahitan. "Jangan kejar hasil banyak, tapi nggak rapi. Jangan kejar quantity, tapi hasilnya nggak maksimal," pungkas Titiek.

BLK Konveksi Nusakambangan diketahui bekerja sama dengan PT Sentosa Garmindo Pratama sebagai mitra vendor. BLK ini berdiri di atas lahan seluas lebih dari 1.480 meter persegi, dan pembangunannya berasal dari coorporate social responsibility (CSR) Bank BRI.

Di BLK ini terdapat 200 unit mesin untuk menjahit, overdeck, hingga obras. Di sini napi mendapat premi Rp 1.500 per pangkas baju nan dikerjakan.

Nusakambangan Kini

Transformasi Nusakambangan merupakan buahpikiran nan dicanangkan Menteri Agus setelah dirinya dilantik Presiden Prabowo Subianto. Di masa transisi Ditjenpas dari Kementerian Hukum dan HAM ke Kemenimipas, Menteri Agus menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang banyak aset milik Kemenimipas nan berstatus lahan tidur alias idle.

Oleh karena itu, Menteri Agus berupaya menghidupkan kembali lahan tidur dengan membangun balai latihan kerja (BLK), agar para napi mempunyai aktivitas pengembangan diri. Tujuannya, keahlian nan didapat di BLK menjadi bekal saat mereka bebas dari penjara, dan tak kembali melakukan kejahatan.

Prasarana training dan pengembangan keahlian untuk napi nan telah berdiri di Nusakambangan di antaranya workshop batako dan paving block berbahan dasar material fly ash bottom ash (FABA), BLK konveksi; BLK pengolahan pupuk organik; budidaya ikan Sidat; pengolahan sampah.

Budidaya ikan Nila, Lele dan Bawal; tambak udang Vaname; peternakan sapi, domba dan unggas; BLK pelintingan rokok: BLK produksi Mocaf hingga budidaya anggrek pun turut dikembangkan di sini.

(aud/lir)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News