Ilustrasi proses pembuatan tato.(Dok. Magnific)
MEMUTUSKAN untuk merajah tubuh alias membikin tato adalah komitmen seumur hidup. Meskipun sekarang tato telah menjadi bagian dari style hidup dan ekspresi seni, proses ini melibatkan penembusan lapisan kulit dengan jarum dan tinta nan membawa akibat kesehatan tertentu. Sebelum Anda melangkah ke studio tato, ada beberapa aspek krusial nan wajib dipahami agar hasil seni di tubuh Anda tidak berujung pada masalah medis.
Risiko Tato pada Kesehatan nan Perlu Diwaspadai
Proses pembuatan tato merusak penghalang alami kulit, nan berfaedah jangkitan dan komplikasi lainnya bisa saja terjadi. Berikut adalah akibat utama nan sering dilaporkan secara medis:
- Infeksi Kulit: Infeksi kuman dapat terjadi jika peralatan tidak steril alias perawatan setelah tato (aftercare) tidak dilakukan dengan benar. Gejalanya meliputi kemerahan ekstrem, bengkak, nyeri, dan munculnya nanah.
- Reaksi Alergi: Tinta tato, terutama warna merah, hijau, kuning, dan biru, dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit, seperti ruam gatal di area tato. Reaksi ini apalagi bisa muncul bertahun-tahun setelah tato dibuat.
- Masalah Granuloma dan Keloid: Terkadang, tubuh membentuk area peradangan nan disebut granuloma di sekitar tinta tato. Jika Anda mempunyai talenta keloid (pertumbuhan jaringan parut nan berlebihan), pembuatan tato dapat memicu munculnya benjolan tersebut.
- Penyakit Menular Lewat Darah: Jika peralatan nan digunakan terkontaminasi darah orang nan terinfeksi, Anda berisiko tertular penyakit serius seperti Hepatitis B, Hepatitis C, hingga HIV.
- Komplikasi MRI: Dalam kasus jarang, tato dapat menyebabkan pembengkakan alias rasa terbakar saat seseorang menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Jika Anda mempunyai kondisi kesehatan seperti diabetes, gangguan sistem imun, alias sedang hamil, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan master sebelum memutuskan membikin tato.
Hal Penting nan Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Tato
Untuk meminimalkan risiko, pastikan Anda melakukan riset mendalam terhadap poin-poin berikut:
1. Reputasi dan Kebersihan Studio
Jangan hanya tergiur nilai murah. Kunjungi studio secara langsung dan perhatikan apakah seniman tato menggunakan sarung tangan baru, jarum sekali pakai nan dibuka dari bungkusan steril di depan Anda, serta perangkat sterilisasi (autoclave) untuk peralatan non-sekali pakai.
2. Kualitas dan Keamanan Tinta
Tanyakan merek tinta nan digunakan. Pastikan tinta tersebut mempunyai standar keamanan industri dan tidak mengandung logam berat rawan dalam kadar tinggi nan dilarang secara internasional.
3. Penempatan dan Desain
Pikirkan matang-matang letak tato. Beberapa area tubuh lebih sensitif terhadap rasa sakit (seperti tulang rusuk alias pergelangan kaki). Selain itu, pertimbangkan apakah posisi tato bakal memengaruhi profesionalisme pekerjaan Anda di masa depan.
4. Kesiapan Fisik
Pastikan tubuh dalam kondisi fit. Jangan mengonsumsi alkohol alias obat pengencer darah (seperti aspirin) setidaknya 24 jam sebelum prosedur, lantaran dapat meningkatkan pendarahan saat proses perajahan.
Yang Harus Diperhatikan sebelum Membuat Tato
| Legalitas | Izin upaya studio dan sertifikasi seniman. |
| Kebersihan | Penggunaan jarum baru dan sterilitas area kerja. |
| Kesehatan | Riwayat alergi kulit dan kondisi imun tubuh. |
| Biaya | Estimasi biaya total (termasuk biaya perawatan setelahnya). |
Kesimpulan
Membuat tato bukan sekadar tren, melainkan prosedur medis-estetik nan memerlukan ketelitian. Dengan memilih studio ahli dan memahami akibat kesehatan nan ada, Anda dapat mempunyai karya seni tubuh nan bagus tanpa mengorbankan keselamatan diri. Ingatlah bahwa biaya menghapus tato jauh lebih mahal dan menyakitkan daripada proses pembuatannya. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·