Bandit Serang Desa di Nigeria: 12 Orang Tewas, Perempuan dan Anak-anak Diculik

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Petugas keamanan menjaga Gubernur Negara Bagian Ondo Rotimi Akeredolu saat mengunjungi para korban serangan peledak di gereja Katolik St. Francis, di Owo, Nigeria, 5 Juni 2022. Foto: REUTERS/Stringer

12 orang tewas setelah sekelompok laki-laki bersenjata menyerang Desa Lajinge di Negara Bagian Sokoto, Nigeria barat laut, pada Sabtu (2/8) malam. Dalam serangan nan berjalan selama beberapa jam itu, para pelaku juga menculik sejumlah wanita dan anak-anak.

Menurut keterangan penduduk kepada Reuters, para penyerang memasuki desa sekitar pukul 23.00 waktu setempat dan terus bertindak hingga sekitar pukul 03.00 awal hari.

Selain menembaki warga, golongan bersenjata itu membakar sejumlah rumah dan membawa kabur ternak milik penduduk.

Seorang warga, Auwal Hassan, mengatakan sedikitnya 12 orang meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.

"Mereka membunuh sedikitnya 12 orang, melukai empat lainnya, menculik wanita dan anak-anak setelah mencuri banyak ternak," kata Hassan dikutip Reuters.

Hassan mengungkapkan enam korban tewas berasal dari satu keluarga. Mereka meninggal setelah rumah nan ditempati dibakar oleh para pelaku.

Hingga kini, abdi negara keamanan tetap mendata jumlah pasti korban penculikan maupun kerugian akibat serangan tersebut.

Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock

Juru bicara Kepolisian Negara Bagian Sokoto, Ahmed Rufai, mengatakan pihaknya telah membuka penyelidikan dan bakal menyampaikan perkembangan kasus setelah proses investigasi berjalan.

Wilayah barat laut Nigeria dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda tindakan kekerasan nan dilakukan golongan bersenjata nan dikenal sebagai bandit. Kelompok ini sering menyerang desa-desa, menewaskan warga, menculik masyarakat untuk meminta duit tebusan, serta merampas ternak sebagai sumber pendanaan mereka.

Serangan di Sokoto terjadi hanya sepekan setelah kejadian serupa di Negara Bagian Zamfara, wilayah nan berbatasan dengan Sokoto. Dalam serangan tersebut, sedikitnya 24 petani dilaporkan tewas akibat tindakan golongan bersenjata.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan