Tips Cek Harga Properti agar tidak Rugi Ratusan Juta, Waspada Risiko Overpay!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Tips Cek Harga Properti agar tidak Rugi Ratusan Juta, Waspada Risiko Overpay! Sektor properti nasional menghadapi tantangan berat pada awal tahun 2026 seiring dengan merosotnya nomor penjualan rumah.(Dok. MI)

SEKTOR properti nasional menghadapi tantangan berat pada awal tahun 2026 seiring dengan merosotnya nomor penjualan rumah di pasar primer. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) nan diterbitkan Bank Indonesia, penjualan rumah baru selama periode triwulan pertama tahun 2026 mengalami kontraksi baik secara tahunan (yoy) maupun triwulanan (qtq).

Kemerosotan pada periode tahunan terutama dipicu oleh anjloknya penjualan rumah jenis mini nan mencatatkan nomor minus cukup dalam. Sementara itu, penurunan secara triwulanan didorong oleh lesunya serapan pasar pada rumah jenis besar.

Kondisi pasar nan melambat ini berakibat langsung pada Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) nan tercatat sebesar 110,60 poin, alias hanya tumbuh tipis 0,62% secara tahunan, melambat dari periode sebelumnya nan mencapai 0,83%.

Stagnasi nilai ini memicu peringatan keras bagi calon pembeli mengenai akibat bayar lebih alias overpay nan bisa mencapai nomor ratusan juta rupiah.

Property Valuer & Advisor, Ni Luh Asti Widyahari, mengungkapkan bahwa banyak konsumen nan baru menyadari kesalahan finansial tersebut setelah transaksi terjadi dan duit muka dibayarkan.

Menurutnya, ketidaktahuan terhadap pemisah kelaziman nilai pasar menjadi penyebab utama kerugian besar bagi pembeli rumah.

"Bayangkan seseorang membeli rumah seharga Rp4,2 miliar. Beberapa bulan kemudian, terdapat properti dengan karakter serupa di area nan sama dipasarkan di kisaran Rp3,6 miliar. Artinya ada indikasi overpay hingga Rp600 juta nan membikin pembelian rumah kita dapat menjadi keputusan finansial nan buruk," ujar Ni Luh Asti Widyahari, Selasa (21/5).

Asti menjelaskan bahwa selama ini masyarakat condong membeli properti hanya berasas intuisi, desain, alias akomodasi tanpa didukung kajian info nan akurat.

Padahal, nilai properti di letak nan sama bisa sangat bervariasi sehingga diperlukan metode penilaian nan tepat untuk menghindari kerugian.

Ia menekankan bahwa keputusan membeli rumah merupakan salah satu langkah finansial terbesar dalam hidup nan tidak boleh diambil hanya berasas asumsi.

“Keputusan membeli rumah adalah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup dan untuk itu perlu banyak pertimbangan agar keputusan nan diambil tidak salah. Tentunya kita butuh perangkat berupa info maupun info nan tepat agar keputusan nan kita buat tepat,” pungkas Asti nan juga merupakan pendiri Penilaian.id tersebut.

Senada dengan temuan BI, riset Colliers Indonesia menunjukkan pertumbuhan nilai rumah jenis mini dan menengah hanya bergerak di kisaran 0,3 hingga 0,5 persen secara kuartalan. Kenaikan nilai nan relatif stabil hanya ditemukan pada lokasi-lokasi strategis nan terhubung langsung dengan akses prasarana baru, seperti proyek jalan tol dan kereta api di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia