Tinjau Infrastruktur Air Baku, Menko AHY: Tak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |14:58 WIB

 Tak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Menko AHY (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar nan kudu terus diperjuangkan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau sumur air Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, berbareng Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Kamis (8/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY mendengar langsung apresiasi masyarakat nan telah merasakan faedah sumur bor berkapasitas 10 liter per detik. Ia menegaskan faedah tersebut perlu terus diperluas, mengingat kebutuhan air bersih di Balikpapan belum sepenuhnya terpenuhi.

“Tidak boleh ada masyarakat nan kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di masa kemarau, El Nino berkepanjangan,” ujar Menko AHY.

Salah satu penerima faedah sumur air Gunung Tembak adalah Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan nan mempunyai sekitar 1.300 santri. Pesantren nan berdiri pada 1976 tersebut tercatat telah menerima faedah sumber air di area Gunung Tembak sejak 1988. Keberadaan sumber air ini turut mendukung kebutuhan sehari-hari dan aktivitas pendidikan di lingkungan pesantren.

Menko AHY menyampaikan saat ini kesiapan air bersih di Balikpapan sekitar 1.500 liter per detik, sementara kebutuhannya mencapai kurang lebih 2.500 liter per detik. Kesenjangan tersebut memerlukan langkah berbareng untuk menambah pasokan secara berjenjang sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang.

“Tadi saya mendengar langsung masyarakat nan mengapresiasi dan menerima faedah dari sumur bor 10 liter per detik. Tapi tentu tetap banyak perihal nan perlu kita kerjakan lantaran kudu tercukupi,” tuturnya.

Menurut Menko AHY, pembangunan sumur-sumur bor menjadi salah satu upaya nan perlu terus dikawal. Peningkatan kapabilitas juga kudu direncanakan dengan baik agar tambahan pasokan dapat memberikan faedah nan berkepanjangan bagi masyarakat.

Ia turut menyoroti kemungkinan pemanfaatan pasokan air dari Sepaku Semoi, nan menurutnya saat ini telah memenuhi kebutuhan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, opsi tersebut tetap memerlukan kalkulasi ulang secara menyeluruh lantaran jaraknya cukup jauh dan kebutuhan anggarannya besar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑