Ilustrasi(Dok Magnific)
TIMNAS Republik Demokratik Kongo memastikan tetap menjalankan program persiapan menuju Piala Dunia 2026 meski mendapat peringatan karantina dari Amerika Serikat mengenai pandemi ebola.
Timnas Republik Demokratik Kongo menegaskan tidak bakal mengubah agenda persiapan mereka menuju Piala Dunia 2026 meski Amerika Serikat meminta seluruh delegasi menjalani isolasi selama 21 hari sebelum memasuki wilayah AS.
Peringatan tersebut muncul setelah merebaknya pandemi virus ebola di negara Afrika Tengah itu.
Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026 Andrew Giuliani mengatakan delegasi Kongo wajib menjaga sistem gelembung alias bubble selama pemusatan latihan di Belgia.
"Kami telah menyampaikan dengan sangat jelas kepada Kongo bahwa mereka kudu menjaga integritas gelembung mereka selama 21 hari sebelum mereka dapat datang ke Houston pada 11 Juni," kata Giuliani dikutip dari Sky Sports.
"Kami juga telah menjelaskan dengan sangat gamblang kepada pemerintah Kongo bahwa mereka kudu mempertahankan gelembung tersebut alias mereka berisiko tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Kami tidak bisa lebih jelas lagi dari ini," lanjutnya.
Kongo dijadwalkan bermarkas di Houston selama Piala Dunia 2026. Mereka bakal menghadapi Portugal pada laga pembuka Grup K, 18 Juni, sebelum melawan Kolombia pada 24 Juni di Guadalajara, Meksiko, dan Uzbekistan pada 28 Juni di Atlanta.
Meski mendapat peringatan dari Washington, ahli bicara timnas Kongo memastikan program latihan tim tidak mengalami perubahan.
Skuad didikan Sebastien Desabre tetap bakal menjalani laga uji coba melawan Denmark di Liege, Belgia, pada 4 Juni dan menghadapi Cile di Cadiz, Spanyol, enam hari kemudian.
"Kami tetap mempertahankan program latihan kami. Tidak ada satu pun pemain di dalam skuad nan datang dari RD Kongo," ujar pernyataan resmi Timnas Kongo.
"Pertandingan persahabatan tetap tetap dijadwalkan. Satu-satunya modifikasi pada program ini hanyalah pembatalan agenda di Kinshasa," lanjutnya.
Kongo sebelumnya memang sempat merencanakan kunjungan tiga hari ke Kinshasa sebagai aktivitas pelepasan menuju penampilan pertama mereka di Piala Dunia dalam 52 tahun terakhir. Namun agenda itu dibatalkan sebelum munculnya peringatan dari AS.
Seluruh pemain timnas Kongo saat ini berkarier di luar negeri, kebanyakan di Eropa, termasuk sang pelatih. Hanya beberapa pejabat tim nan dilaporkan baru tiba di kamp latihan Belgia dari Kongo pada awal pekan ini.
Sementara itu, World Health Organization alias WHO meningkatkan status akibat galur Bundibugyo dari virus ebola menjadi "sangat tinggi" untuk potensi pandemi nasional di Kongo.
WHO juga menetapkan situasi pandemi di Kongo dan Uganda sebagai darurat internasional. Hingga kini, nyaris 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek dilaporkan sejak pandemi merebak di Kongo. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·