
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: PSSI)
JAKARTA – Kegagalan Timnas Indonesia menembus fase gugur Piala AFF 2026 kembali menyulut gelombang dorongan agar PSSI segera mengakhiri kerja sama dengan ahli strategi asal Inggris, John Herdman. Kendati wacana pergantian pembimbing hingga munculnya pendorong untuk mengembalikan nakhoda lama kian nyaring di media sosial, pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris, menilai federasi tidak boleh mengambil langkah emosional.
Pria nan berkawan disapa Bung Ais tersebut menekankan agar PSSI mengedepankan kerasionalan daripada langsung memutus perjanjian sang pelatih.
“PSSI sebaiknya tidak terburu-buru memecat Herdman. Ada opsi nan lebih rasional, ialah melakukan pertimbangan menyeluruh dan memberikan satu kesempatan terakhir dengan sasaran nan sangat jelas,” ujar Bung Ais di program Morning Zone, Selasa (11/8/2026),
1. Evaluasi Taktis
Menurut Bung Ais, kekecewaan publik sangat berdasar lantaran kelemahan mendasar Timnas Indonesia seperti ketiadaan skema pengganti (plan B), kelambatan merespons strategi lawan, hingga ketidaksiapan mental saat tertekan kembali terulang. Meski demikian, memecat nakhoda tim secara mendadak bakal berbenturan dengan efisiensi anggaran federasi akibat klausul pesangon nan terikat pada perjanjian jangka panjang sang pelatih.
Atas dasar pertimbangan finansial dan teknis tersebut, Bung Ais menyarankan PSSI untuk menjadikan kejuaraan FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang sebagai arena pembuktian pamungkas bagi Herdman. Agenda resmi FIFA tersebut dinilai menjadi parameter nan jauh lebih setara lantaran seluruh amunisi terbaik Indonesia, termasuk para pemain diaspora nan berkarier di Eropa, dipastikan dapat dipanggil memihak Skuad Garuda.
John Herdman Okezone
“Kesempatan tersebut dapat diberikan di turnamen FIFA ASEAN Cup berikutnya. Jika skuad terbaik tersedia, maka kualitas sebenarnya dari Herdman sebagai pembimbing dapat dinilai dengan lebih objektif tanpa ada lagi argumen keterbatasan komposisi pemain,” sambung Bung Ais.
2. Target Juara
Namun, pemberian kesempatan kedua ini ditegaskan Bung Ais wajib disertai tenggat dan tolok ukur prestasi nan mutlak. PSSI diminta mematok sasaran tertinggi tanpa toleransi kelonggaran penyesuaian lagi bagi jejeran kepelatihan, mengingat Herdman semestinya sudah memetakan peta kekuatan rival di Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, hingga Malaysia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·