TIM Siap Jadi Pusat Gagasan Masa Depan di Jakarta Future Festival 2026

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
TIM Siap Jadi Pusat Gagasan Masa Depan di Jakarta Future Festival 2026 Para penari dari Sanggar Gita Budaya tampil membawakan Tari Lenggang Nyai di Selasar Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (26/12/2025).(MI/Usman Iskandar)

KAWASAN seni dan budaya Taman Ismail Marzuki menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Jakarta Future Festival (JFF) 2026 nan bakal berjalan pada 5–7 Juni 2026.

Festival tahunan nan diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta itu kembali digelar di TIM setelah penyelenggaraan tahun sebelumnya mendapat respons positif dari publik dan beragam pemangku kepentingan.

Kembalinya JFF ke TIM dinilai menjadi bukti keberhasilan transformasi area tersebut pascarevitalisasi. Selain sebagai pusat kesenian dan kebudayaan, TIM sekarang berkembang menjadi ruang kerjasama nan mempertemukan seni, budaya, teknologi, inovasi, dan pendapat masa depan dalam satu ekosistem terintegrasi.

Mengusung tema Navigating Resilience, JFF 2026 bakal menjadi wadah pertukaran ide, inovasi, dan kerjasama untuk merancang masa depan Jakarta sebagai kota dunia nan handal menghadapi beragam tantangan.

Pemilihan TIM sebagai letak utama pagelaran didukung oleh kesiapan prasarana modern nan bisa mengakomodasi beragam format kegiatan, mulai dari obrolan panel, pameran penemuan digital, hingga instalasi seni interaktif.

Sejumlah akomodasi utama seperti Graha Bhakti Budaya, Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Galeri Annex, dan Plaza Teater telah dipersiapkan dengan support teknologi serta sistem pengelolaan visitor nan dirancang untuk memberikan kenyamanan selama pagelaran berlangsung.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin, mengatakan penyelenggaraan JFF untuk kedua kalinya di TIM menunjukkan area tersebut telah berkembang menjadi ruang publik nan adaptif terhadap kebutuhan kota masa depan.

“TIM telah beralih bentuk menjadi ruang publik nan inklusif dan adaptif. Kehadiran JFF 2026 dengan tema ketangguhan kota (urban resilience) sangat selaras dengan visi TIM nan baru, ialah menjadi wadah tempat tradisi, seni, teknologi, dan pendapat masa depan berjumpa serta bekerja-sama dalam mengukuhkan Jakarta sebagai kota global,” ucap Iwan dikutip dari siaran pers nan diterima, Jumat (5/6).

Sebagai pagelaran nan berfokus pada masa depan perkotaan, JFF 2026 diproyeksikan mempertemukan ribuan peserta dari beragam kalangan, mulai dari kreator kebijakan, inovator teknologi, pelaku industri kreatif, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil.

Panitia juga memastikan kesiapan beragam akomodasi pendukung, termasuk akses transportasi publik menuju area Cikini, area parkir, serta integrasi sistem digital di area pagelaran guna memberikan pengalaman nan lebih baik bagi pengunjung.

Melalui sinergi antara kesiapan prasarana TIM dan rangkaian program nan disiapkan Bappeda DKI Jakarta, Jakarta Future Festival 2026 diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi strategis, memperkuat kerjasama lintas sektor, dan mempercepat langkah Jakarta menuju kota nan berkelanjutan, berkekuatan saing, dan handal di tengah dinamika global. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑