Tim SAR Temukan 2 Titik Diduga Lokasi Korban Erupsi Gunung Dukono

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Proses pemindahan jenazah korban erupsi gunung api Dukono oleh tim SAR Gabungan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. BPBD Kabupaten Halmahera Utara

Tim SAR menemukan dua titik diduga sebagai letak korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara. Sebelumnya Tim SAR telah menemukan satu jenazah korban dari tiga orang nan dilaporkan meninggal bumi akibat erupsi tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan berasas laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, dua titik tersebut didapat usai Tim SAR menemukan korban pertama.

"Usai menemukan korban pertama, tim SAR campuran juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari letak penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berangkaian dengan dua korban lain nan tetap dalam pencarian," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (9/5).

Namun, dua titik itu belum dilakukan penyisiran. Sebab Tim SAR memprioritaskan untuk mengevakuasi jenazah pertama pada hari ini lantaran aspek cuaca.

"Tim SAR campuran memutuskan untuk memprioritaskan pemindahan korban pertama dengan mempertimbangkan aspek keselamatan personel di lapangan. Selain kondisi cuaca nan mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga tetap terpantau tinggi," tutur Abdul.

Dua titik diduga letak kedua korban tersebut telah diberi tanda. Pencarian bakal kembali dilanjutkan pada Minggu (10/5).

Evakuasi Korban Meninggal Pertama

Evakuasi korban meninggal bumi akibat erupsi Gunung Dukono pada Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Polres Halmahera Utara

Abdul juga menceritakan proses pemindahan korban meninggal bumi nan ditemukan pertama kali. Ia bilang korban ditemukan sekitar 50 meter dari bibir kawah.

"Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, proses pencarian sempat mengalami hambatan akibat material pasir vulkanik nan menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono nan tetap berjalan naik turun sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran," tuturnya.

Cuaca nan jelek juga mempersulit proses evakuasi. Abdul menerangkan di letak pencarian sempat turun hujan deras.

"Pada pukul 14.30 WIT, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur letak pencarian sehingga tim SAR campuran menghentikan sementara operasi dan berlindung hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian," ujarnya.

"Setelah hujan reda, jasad korban nan sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat. Saat ditemukan, bagian tubuh korban nan tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya tetap tertimbun pasir vulkanik," tambahnya.

Abdul memastikan proses pemindahan korban dilakukan secara hati-hati. Prosedur keselamatan sangat diutamakan.

"Setelah sukses dievakuasi, jenazah korban dibawa menuju posko penanganan erupsi sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan