Cacing pada hati sapi kurban.(MI/Widjajadi)
TIM Medik Veteriner Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar menemukan kasus jangkitan cacing hati (Fasciola hepatica) pada hari kedua penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1447 H, Kamis (28/5). Temuan tersebut didapati saat petugas melakukan penyisiran kepantasan daging di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih.
Atas temuan tersebut, petugas langsung menginstruksikan panitia kurban untuk memusnahkan organ hati nan terinfeksi guna mencegah akibat penularan alias konsumsi oleh masyarakat.
"Tim Medik Veteriner menemukan kasus jangkitan cacing hati pada sapi kurban saat menyisir kepantasan daging di Desa Ngadiluwih. Langsung kita instruksikan untuk dimusnahkan," ujar personil Tim Medik Veteriner Dispertan PP Karanganyar, Fatkhur Rakhman, Kamis (28/5).
Fatkhur menjelaskan, kasus ini terdeteksi di salah satu titik pemotongan di area lereng Gunung Lawu. Panitia kurban diminta memusnahkan organ tersebut dengan langkah dikubur ke dalam tanah.
“Jadi tidak boleh didistribusikan. Panitia kurban juga kita perintahkan mencermati bagian jeroan lain seperti paru-paru. Jika ditemukan bercak benjolan putih seperti keju, itu juga kudu dimusnahkan lantaran merupakan indikasi penyakit TBC nan bisa menular ke manusia,” tegasnya.
Catatan Redaksi: Dispertan PP Karanganyar menerjunkan sedikitnya 60 personel nan disebar secara masif ke 17 kecamatan di seluruh "Bumi Intanpari" hingga hari tasyrik usai untuk menjamin keamanan pangan asal hewan.
Meskipun ditemukan kasus cacing hati, Plt Kepala Dispertan PP Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, memastikan bahwa secara makro pasokan daging kurban di wilayahnya dalam status sehat dan layak konsumsi.
Pemeriksaan ketat terus dilakukan pada organ dalam mulai dari jantung, limpa, hingga jeroan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa kondusif bagi penduduk penerima daging kurban.
“Intinya secara umum kondisi hasil pemeriksaan sapi kurban nan disembelih di 17 kecamatan adalah layak, sehat, serta kondusif untuk dikonsumsi,” kata Feriana.
Sebagai langkah antisipasi di masa mendatang, Feriana menyarankan agar masyarakat alias pembeli hewan kurban meminta pedagang memberikan obat cacing kepada ternak setidaknya satu bulan sebelum penyembelihan. Seluruh info temuan klinis di lapangan nantinya bakal dievaluasi total untuk memetakan sebaran kasus kesehatan hewan ternak di Kabupaten Karanganyar. (WJ/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·