Jakarta -
Sepekan nan lampau pemerintah mengumumkan kenaikan nilai tiket pesawat. Kebijakan ini diambil dengan meningkatkan komponen biaya tambahan bahan bakar alias fuel surcharge senilai 38% untuk semua jenis pesawat baik jet maupun baling-baling alias propeller. Kebijakan ini diambil untuk merespons kenaikan nilai avtur di tengah perang Timur Tengah.
Meski begitu, pemerintah menerapkan juga beberapa insentif nan diharapkan dapat meredam kenaikan nilai tiket pesawat, mulai dari penerapan PPN tiket ditanggung pemerintah hingga pembebasan bea masuk untuk suku cadang pesawat. Harapannya, meskipun merestui kenaikan nilai tiket penerbangan, pemerintah meminta agar maskapai tidak meningkatkan nilai tiket melampaui 9-13%.
Setelah kebijakan restu kenaikan nilai tiket diumumkan pemerintah pekan lalu, seperti apa perkembangan nilai tiket pesawat terkini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan detikcom pada salah satu online travel agent (OTA), Selasa (14/4/2026), sejauh ini nilai tiket pesawat di beberapa rute favorit berada di rentang 1 jutaan per orang. Seperti misalnya, pada rute Jakarta-Denpasar, dengan penerbangan langsung tiket paling murah ditawarkan Lion Air dengan nilai Rp 1,32 juta per orang. Sementara itu, nan paling mahal ada Garuda Indonesia dengan nilai Rp 1,84 juta per orang.
Di tengahnya ada Batik Air nan menawarkan tiket paling murah di nilai Rp 1,4 jutaan. Kemudian AirAsia Indonesia dan Trans Nusa menawarkan tiket termurah di nilai Rp 1,5 jutaan. Lalu ada Citilink dengan nilai tiket mulai dari Rp 1,6 juta, ada juga Pelita Air nan menawarkan nilai termurah mulai dari Rp 1,8 jutaan.
Sementara itu di rute Jakarta-Surabaya, nilai paling murah ditawarkan Citilink dan Lion Air dengan kisaran Rp 1,1 jutaan. Kemudian disusul Batik Air nan menawarkan nilai tiket termurah di level Rp 1,2 jutaan, dan Pelita Air dengan nilai mulai Rp 1,4 jutaan. Garuda Indonesia menawarkan tiket termahal di level Rp 1,93 juta per orang.
Beralih ke Jakarta Medan, nilai tiket termurah ditawarkan Lion Air dan Citilink dengan nilai tiket mulai Rp 1,6 jutaan, kemudian ada juga Super Air Jet menawarkan nilai termurah mulai Rp 1,75 juta per orang.
Batik Air dan Pelita Air menawarkan tiket termurah di angkat Rp 2,1 jutaan dan Rp 2,4 jutaan. Sementara paling mahal tiket ditawarkan oleh Garuda Indonesia dengan nilai Rp 2,8 juta per orang.
Dalam catatan detikcom, beberapa maskapai memang sudah mengaku bakal melakukan penyesuaian harga. Maskapai pelat merah Garuda Indonesia dan grupnya sudah menyatakan bakal melakukan penyesuaian nilai tiket setelah kebijakan fuel surcharge berlaku. Namun, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan berjanji penyesuaian nilai bakal dilakukan dengan proporsional dan terukur.
"Garuda Indonesia bakal melakukan penyesuaian nilai tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," tegas Glenny dalam keterangannya pekan lalu.
Sementara itu Dirut Citilink Indonesia Darsito Hendroseputro mengatakan Citilink bakal melakukan penyesuaian nilai tiket dengan pendekatan nan terukur dan mempertimbangkan beragam aspek, termasuk keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, serta ketentuan regulator. Citilink merupakan maskapai dari grup Garuda.
"Evaluasi atas penyesuaian operasional dan tarif bakal dilakukan secara berkala seiring dengan pergerakan nilai avtur nan berjalan dinamis, sehingga langkah-langkah nan diambil tetap relevan dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional perusahaan," ujar Darsito.
Di sisi lain, Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut Kuncoro Adi menyatakan pihaknya bakal melakukan penyesuaian nilai setelah patokan tambahan dari Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan mengenai kenaikan tiket sudah lengkap. Menurutnya, semua pihak bakal mengedepankan daya masyarakat tetap bisa menjangkau tiket pesawat.
"Selain memikirkan agar daya beli masyarakat tetap menjangkau dalam pilihan menggunakan transportasi udara," ujar Daniel.
(acd/acd)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·