Surabaya, CNN Indonesia --
Insiden tragis mewarnai upaya pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Bromo--tepatnya di wilayah Mentigen, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim).
Sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar serius, Kamis (15/10).
Rentetan kejadian nahas ini bermulai ketika pihak pengelola area mendapatkan laporan munculnya titik api pada pagi hari. Menindaklanjuti info tersebut, sejumlah personel campuran langsung dikerahkan ke letak untuk memblokade sebaran api agar tidak semakin meluas dan merusak area konservasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pagi tadi sih sudah ada info kebakaran. Nah makanya beliau-beliau menuju ke TKP, para petugas nan sekarang jadi korban itu," kata Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip Wahyutama, saat dikonfirmasi wartawan.
Setelah proses pemadaman berjalan di tengah kepungan asap dan api, tim di lapangan mendapati sejumlah rekannya telah menjadi korban.
Tiga korban meninggal bumi teridentifikasi sebagai Sukris (55) petugas dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta dua orang petugas keamanan dari penginapan Artotel berjulukan Wisnu dan Sefril.
"Ditemukan meninggal bumi sekitar pukul 13.30 WIB," katanya.
Lokasi kebakaran tersebut memang diketahui berada cukup dekat dengan area penginapan Artotel tempat kedua korban sekuriti bekerja.
Para petugas keamanan tersebut turut bahu-membahu memadamkan api lantaran area nan terbakar berbatasan dengan tempat mereka bertugas, di mana salah satu dari mereka juga diketahui pernah mendapat training pemadaman api Manggala Agni.
"Kebakarannya di area di wilayah Mentigen. Mentigen kan paling dekat dengan Artotel, Mas, posisinya," ucapnya.
Selain tiga korban jiwa, kejadian ini juga mengakibatkan tiga orang lainnya menderita luka bakar dan kudu mendapatkan penanganan medis darurat.
Para korban luka itu adalah Hendra Rony W nan merupakan personel TNBTS, Munawi dari satuan Masyarakat Peduli Api (MMP TLP), dan Suraji nan juga berprofesi sebagai sekuriti di Artotel.
"Untuk saat ini tetap ada satu petugas TNBTS, satu Masyarakat Peduli Api, kemudian ada satu lagi security dari Artotel, itu dilarikan ke Rumah Sakit Tongas lantaran terkena luka bakar," ujar Endrip.
Selain itu, dia menerangkan, Polres Probolinggo langsung turun ke letak untuk melakukan penyelidikan pascakejadian. Jenazah para korban jiwa nan gugur saat bekerja tersebut sempat dipertahankan di letak sementara waktu demi kelancaran pengumpulan bukti-bukti.
"Jadi, untuk sekarang posisi korban meninggal bumi tetap di TKP [Tempat Kejadian Perkara], tetap olah TKP oleh Kepolisian Probolinggo," jelasnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti tewasnya ketiga korban tetap dalam proses penyelidikan. Identifikasi dari pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap kronologi utuh dari tragedi karhutla ini.
(kid/frd/kid)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·