Tiga ASN Pemkab Sidoarjo Alami Gangguan Jiwa, Terancam Pensiun Dini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Tiga ASN Pemkab Sidoarjo Alami Gangguan Jiwa, Terancam Pensiun Dini Ilustrasi.(MI/Heri Susetyo)

TIGA aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan. Saat ini, ketiganya tengah menjalani terapi medis intensif dan menghadapi akibat pemberhentian melalui skema pensiun awal jika hasil pertimbangan medis menyatakan mereka tidak lagi bisa menjalankan tugas kedinasan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo, Ahmad Misbahul Munir, mengonfirmasi bahwa ketiga pegawai tersebut berjenis kelamin perempuan. Saat ini, pihak BKD tetap menunggu hasil observasi mendalam dari tim medis rumah sakit nan berwenang.

"Sekarang mereka tetap dalam proses pemeriksaan dan terapi oleh rumah sakit. Nanti bakal dilihat gimana perkembangan kondisinya melalui hasil pertimbangan medis," ujar Munir saat dikonfirmasi, Rabu (17/6).

Faktor Pemicu dan Langkah Preventif

Munir menjelaskan bahwa gangguan kesehatan mental merupakan rumor serius nan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang profesi. Menurutnya, terdapat beragam aspek pemicu nan kompleks, mulai dari tekanan beban pekerjaan, dinamika lingkungan sosial, hingga persoalan internal di dalam keluarga.

Guna mengantisipasi munculnya kasus serupa di masa depan, BKD Sidoarjo mulai menggencarkan program preventif dengan menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Beberapa langkah strategis nan disiapkan antara lain:

  • Penyelenggaraan seminar bertema kesehatan mental dan penguatan karakter ASN.
  • Optimalisasi pembinaan pegawai secara langsung oleh pemimpin di masing-masing unit kerja.
  • Kegiatan penguatan spiritual dan emosional untuk mempererat kebersamaan antarpegawai.

Pentingnya Support System di Lingkungan Kerja

BKD Sidoarjo menekankan bahwa lingkungan kerja nan suportif adalah kunci utama menjaga produktivitas. Budaya kerja tim (teamwork) nan solid diharapkan dapat mencegah beban kerja bertumpu secara berlebihan pada perseorangan tertentu.

Imbauan Deteksi Dini

Lebih lanjut, Munir mengingatkan para ASN untuk bisa memisahkan antara persoalan pribadi dengan tanggung jawab kedinasan. Ia mendorong seluruh pegawai nan mulai merasakan tekanan psikologis berat agar tidak ragu mencari support profesional.

"Membangun kekompakan tim itu penting. Dalam pekerjaan, seseorang kudu bisa membedakan persoalan pribadi dan pekerjaan kedinasan," tegasnya.

BKD Sidoarjo menilai penemuan awal adalah langkah krusial agar gangguan kesehatan mental tidak berakibat fatal, baik terhadap jenjang pekerjaan maupun kehidupan pribadi para abdi negara di wilayah tersebut. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia