Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 22 Februari 2026 |17:15 WIB

Indonesia tidak mengimpor busana jejak siap pakai dari Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa Indonesia tidak mengimpor busana jejak siap pakai dari Amerika Serikat. Kebijakan nan diberlakukan hanya memperbolehkan impor bahan baku untuk industri tekstil daur ulang, bukan untuk dijual kembali ke pasar (thrifting), guna memastikan keamanan dan keberlanjutan industri dalam negeri.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, nan diatur dalam kebijakan tersebut adalah impor shredded worn clothing (SWC). Ia menyebut SWC merupakan busana jejak nan telah dihancurkan sehingga tidak lagi berbentuk utuh dan tidak mempunyai nilai ekonomi sebagai busana layak pakai.
"Tidak benar, nan diatur dalam perihal ini adalah impor SWC, ialah busana nan telah dihancurkan menjadi bahan baku industri dan tidak mempunyai nilai ekonomi seperti busana jejak utuh nan dijual kembali ke pasar (thrifting)," kata Haryo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Ia menegaskan, SWC diimpor untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kain perca dan produksi benang daur ulang. Dengan demikian, kebijakan tersebut berbeda secara substansi maupun izin dengan larangan impor busana jejak siap pakai nan selama ini berlaku.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·