Simak Rekomendasi Saham saat IHSG Merah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Market Overview

IHSG kembali berhujung di area merah pada perdagangan Rabu (16/9). Indeks turun 0,38% ke posisi 6.436,85.

Pergerakan IHSG ditopang sejumlah saham, dengan BYAN naik 11,27%, AMMN bertambah 1,98%, dan IMPC menguat 4,62%. Sebaliknya, BBCA turun 1,17%, BMRI terkoreksi 1,84%, dan DCII melemah 3,22%.

Tekanan jual asing tetap terlihat di pasar saham. Investor asing mencatatkan net sell Rp592,05 miliar di pasar reguler. Sementara jika dihitung dari seluruh pasar, net sell asing mencapai Rp624,72 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 11 sektor nan diperdagangkan, sembilan sektor berhujung melemah. Sektor Infrastruktur menjadi nan mencatat penurunan paling dalam, ialah 1,39%. Sementara sektor Industrial menjadi satu dari dua sektor nan menguat dengan kenaikan 0,91%.

Sentimen dari bursa Amerika Serikat juga condong negatif. Dow Jones turun 1,21% ke 51.461, S&P 500 melemah 0,45% ke 7.551, sedangkan Nasdaq nyaris tidak bergerak dengan penurunan 0,01% ke 25.978.

Sikap The Federal Reserve nan semakin hawkish turut menjadi perhatian pelaku pasar. Dalam enam perdagangan terakhir, arus biaya asing keluar dari pasar saham Indonesia secara beruntun. Totalnya mencapai Rp3,38 triliun di pasar reguler dan Rp4,39 triliun di seluruh pasar. Di pasar ETF, EIDO terkoreksi 1,41%, sedangkan indeks MSCI Indonesia turun 0,92%.

Berita Emiten

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

BRMS menyampaikan perkembangan terbaru proyek tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu. Portal tambang proyek tersebut telah selesai dibangun.

Sementara itu, penggalian terowongan sudah menembus lebih dari 975 meter dari portal dengan kedalaman mencapai 140 meter. Untuk mendukung aktivitas tambang, shaft ventilasi pertama juga telah selesai. Shaft ventilasi kedua ditargetkan rampung pada paruh pertama 2027.

Melalui Citra Palu Minerals (CPM), BRMS menargetkan penambangan bijih dengan kadar lebih dari 3,2 gram emas per ton dari tambang bawah tanah dapat dimulai pada pertengahan 2027.

Perseroan juga menyiapkan peningkatan kapabilitas akomodasi pengolahan. Kapasitas pabrik nan saat ini mencapai 500 ton bijih per hari ditargetkan naik menjadi 2.000 ton per hari. Selain itu, BRMS berencana membangun pabrik emas baru dengan kapabilitas 2.000 ton bijih per hari.

Kedua akomodasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi emas pada 2027-2028.

Tak hanya emas, BRMS tetap menjalankan eksplorasi tembaga di Gorontalo melalui Gorontalo Minerals (GM). Saat ini terdapat empat unit bor nan beraksi di area Cabang Kiri East.

Jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi tujuh unit nan tersebar di tiga letak pada tahun depan. BRMS menargetkan sumber daya mineral tembaga dari aktivitas eksplorasi tersebut dapat diterbitkan pada paruh pertama 2027.

Untuk tambang terbuka Poboya, perseroan menyatakan aktivitas pushback telah selesai pada Juli 2026. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, produksi emas dari tambang terbuka diperkirakan meningkat pada paruh kedua 2026.

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

AUTO memperluas aktivitas engineering dan otomasi manufaktur ke Filipina. Langkah tersebut dilakukan dengan mengirimkan mesin industri dari akomodasi produksi AUTO di Karawang ke Astra Otoparts Philippines.

Mesin nan dikirim terdiri dari Automation Machining Line, Automation Casting Line, dan Special Purpose Machinery. Pengiriman tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas operasional anak upaya perseroan di Filipina.

Ekspansi ini sejalan dengan perkembangan pasar kendaraan roda dua di negara tersebut. Hingga Juni 2026, penjualan kendaraan roda dua Filipina mencapai 939.528 unit alias tumbuh 3,58% secara tahunan (YoY).

Jika memandang periode 2020-2025, pasar kendaraan roda dua Filipina mencatat compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7,50%.

Pertumbuhan pasar tersebut turut mendorong kebutuhan penambahan kapabilitas serta penggunaan sistem otomasi dalam proses produksi. Kondisi ini menjadi salah satu aspek nan mendukung ekspansi jasa engineering AUTO ke Filipina.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

KLBF berencana melakukan pembelian kembali saham alias buyback dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Dana buyback bakal berasal dari kas internal perseroan. Sementara biaya perantara pedagang pengaruh dan biaya lainnya dibatasi maksimal 0,10% dari nilai buyback.

Per 30 Juni 2026, KLBF mempunyai total ekuitas sebesar Rp25,76 triliun. Jika seluruh nilai buyback direalisasikan, biaya nan digunakan setara dengan sekitar 1,94% dari total ekuitas perseroan.

KLBF memperkirakan tindakan tersebut bakal berakibat pada penurunan pendapatan kembang sekitar Rp8,40 miliar. Namun, untung per saham secara proforma diperkirakan menjadi Rp81,44, naik dari Rp80,51 pada tahun kitab 2025.

Pelaksanaan buyback dijadwalkan berjalan paling lama tiga bulan, mulai 17 September hingga 17 Desember 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • INCO - Buy 4800-4820 | TP 4880-4980 | SL 4540

  • MITI - Buy 280-284 | TP 294-300 | SL 264

  • WINS - Buy 610-620 | TP 630-640 | SL 580

  • AGII - Buy 3270-3290 | TP 3350-3380 | SL 3080

  • DPUM - Buy 156-158 | TP 161-165 | SL 148

Disclaimer: Ingat, bahwa segala kajian dan rekomendasi saham dalam tulisan ini berkarakter informatif sekaligus bukan merupakan rayuan untuk membeli alias menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance