
Asap membubung setelah serangan udara Thailand di wilayah perbatasan nan disengketakan di Kamboja, Preah Netr Preah, Banteay Meanchey, 15 Desember 2025.
PHNOM PENH - Kamboja telah mengusulkan pengaduan kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengenai dugaan penggunaan senjata kimia dan unsur kimia oleh militer Thailand dalam bentrok perbatasan tahun lalu, demikian dilaporkan media Kamboja.
Menurut surat berita Phnom Penh Post, pengaduan tersebut diajukan pada 11 September menyusul temuan dari Pusat Aksi Ranjau Kamboja (Cambodian Mine Action Centre). Laporan dari temuan itu menyatakan bahwa 395 penduduk sipil dan personel keamanan Kamboja terdampak oleh zat-zat nan diduga tersebut.
Heng Ratana, kepala jenderal pusat tersebut, mengatakan bahwa zat-zat itu diduga disebarkan melalui pesawat terbang dan pesawat nirawak (drone), serta melalui peluru artileri kaliber 155 mm dan 120 mm.
Bukti-bukti ditemukan di area permukiman warga, termasuk di pasar, desa-desa, dan lahan pertanian, ujarnya.
"Senjata kimia dan unsur kimia telah digunakan. Dari perspektif pandang teknis, keduanya merupakan istilah nan berbeda," kata Ratana sebagaimana dikutip oleh Phnom Penh Post.
Thailand Membantah Tuduhan Tersebut.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·