Tetangga Nuklir RI Tiba-Tiba Ngamuk ke Trump, Panggil Diplomat AS

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri India mengutuk keras tindakan penyerangan sadis terhadap kapal tanker minyak di lepas pantai Oman pada Rabu, (10/06/2026). Otoritas New Delhi mendesak adanya penurunan ketegangan nan segera di area Selat Hormuz setelah militer Amerika Serikat kembali membombardir kapal komersial nan mengangkut puluhan pelaut asal India.

Mengutip Russia Today, pemerintah India langsung mengambil langkah konfrontasi diplomatik nan sangat tegas dengan memanggil Kuasa Usaha Amerika Serikat Jason Meeks. Pemanggilan resmi diplomat tinggi tersebut dilakukan sebagai corak tindakan protes keras atas serangan udara di wilayah laut tersebut. Hubungan kedua negara dilaporkan menegang setelah tiga orang kru kapal asal India dinyatakan lenyap secara misterius pasca kejadian ledakan.

Aksi penyerangan biadab ini menimpa kapal tanker pembawa produk minyak berjulukan MT Settebello nan mengibarkan bendera Palau. Kapal tersebut sempat mengeluarkan panggilan darurat setelah sebuah rudal menghantam bagian ruang mesin dengan sangat telak. Insiden menegangkan itu terjadi pada posisi 20 mil laut di sebelah timur laut Sohar nan masuk dalam area Teluk Oman.

"Kami mengutuk serangan terhadap kapal komersial Settebello di lepas pantai Oman awal hari ini. Dari 24 awak India di atas kapal, 21 penduduk India telah diselamatkan sejauh ini dan tiga penduduk India dilaporkan hilang," tegas pihak Kementerian Luar Negeri India dalam keterangan resminya.

Pihak kementerian juga memberikan catatan kritis mengenai situasi keamanan di jalur perdagangan internasional tersebut. Mereka menilai rangkaian teror di lautan lepas ini merupakan pengaruh domino dari perang total nan tidak kunjung usai di area Timur Tengah.

"Insiden serangan nan terus bersambung terhadap pengiriman di wilayah tersebut sangat mengkhawatirkan dan merupakan akibat langsung dari bentrok nan sedang berjalan di area itu," tambah pihak kementerian dalam pernyataan tertulisnya.

Sementara itu Kedutaan Besar India di Oman menyatakan pihaknya terus memantau situasi secara ketat di lapangan. Otoritas diplomatik mereka bergerak melakukan koordinasi proaktif dengan pihak berkuasa Oman dalam operasi pencarian dan pengamanan darurat. Berdasarkan info dari situs pencari kapal Marine Traffic kapal tanker tersebut sebenarnya sedang dijadwalkan menuju ke Fujairah di Uni Emirat Arab.

Serangan Kedua Dalam Tiga Hari

Insiden berdarah ini tercatat menjadi serangan kedua nan menyasar kapal komersial dengan kru asal India dalam tiga hari terakhir. Pada hari Senin nan lampau kapal tanker minyak berjulukan MT Marivex juga telah dibombardir secara sadis oleh pasukan militer Amerika Serikat di sebelah selatan Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat alias Centcom akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai argumen di kembali tindakan penyerangan sepihak tersebut melalui media sosial. Pihak militer Amerika Serikat berkilah bahwa kapal tanker berbendera Palau itu sengaja ditargetkan saat sedang transit di perairan internasional Teluk Oman lantaran terdeteksi bergerak menuju ke wilayah Iran.

"Kapal tersebut mencoba berlayar ke pelabuhan Iran," tulis Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di akun resmi X milik mereka.

Jalur pelayaran di dalam dan sekitar Selat Hormuz sendiri sekarang dilaporkan telah berubah menjadi lingkungan nan sangat mematikan bagi kapal-kapal jual beli internasional. Kondisi jelek ini terus meluas setelah adanya serangan campuran Amerika Serikat-Israel ke Iran pada awal tahun ini. P

ihak Teheran langsung merespons dengan menutup selat strategis nan biasanya dilalui seperlima pasokan daya bumi tersebut sementara Angkatan Laut Amerika Serikat menerapkan blokade tandingan di pelabuhan-pelabuhan milik Iran.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News