Tersingkir di Putaran Pertama, Penampilan Terburuk Fajar/Fikri di Indonesia Terbuka

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Tersingkir di Putaran Pertama, Penampilan Terburuk Fajar/Fikri di Indonesia Terbuka Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.(MI/RAMDANI)

LANGKAH ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, kudu terhenti secara mengejutkan di babak pertama turnamen BWF World Tour Super 1000 Indonesia Terbuka 2026. Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Rabu (4/6/2026), Fajar/Fikri takluk dari pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dalam dua gim langsung.

Fajar Alfian secara terbuka mengakui bahwa performa mereka dalam laga tersebut jauh dari harapan. Bahkan, dia menyebut kekalahan ini sebagai titik terendah sejak dirinya dipasangkan dengan Muhammad Shohibul Fikri.

“Mohon maaf kami belum bisa maju ke babak berikutnya. Hari ini mungkin bisa dibilang penampilan paling jelek sejak saya pasangan sama Fikri,” ujar Fajar dengan nada kecewa usai pertandingan.

Dominasi Pertahanan China

Sepanjang pertandingan, Fajar/Fikri tampak kesulitan menembus tembok pertahanan Chen/Liu nan sangat rapat. Pasangan China tersebut tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga sangat tajam dalam melakukan transisi serangan kembali nan mematikan.

Upaya Fajar/Fikri untuk mempercepat tempo permainan demi mematikan reli justru berujung pada rentetan kesalahan sendiri (unforced errors). Strategi pengganti nan disarankan tim pelatih, termasuk mencoba bermain lebih bertahan, juga tidak membuahkan hasil maksimal lantaran dianggap bukan pola permainan alami mereka.

Data Pertandingan Babak Pertama Indonesia Open 2026:

Aspek Detail
Lawan Chen Bo Yang/Liu Yi (China)
Skor Akhir 13-21, 14-21
Durasi Turnamen Terhenti di Babak Pertama (32 Besar)
Lokasi Istora Senayan, Jakarta

Bantah Faktor Kelelahan

Kekalahan ini memutus tren positif Fajar/Fikri nan baru saja menyabet gelar runner-up di Singapura Terbuka 2026 pekan lalu. Meski agenda turnamen sangat padat (back-to-back), Fajar enggan menjadikan kelelahan bentuk sebagai argumen utama kegagalan mereka di hadapan publik sendiri.

“Kalau pengaruh back to back turnamen itu sudah biasa, tergantung pemainnya bisa jaga kondisi alias tidak,” tegas Fajar.

Senada dengan rekannya, Muhammad Shohibul Fikri menyoroti aspek mental dan kesabaran di lapangan. Menurutnya, ketangguhan musuh membikin mereka kehilangan ketenangan dalam mengeksekusi poin-poin krusial.

“Usaha pasti ada, dari awal juga kami selalu berusaha. Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid. Jadinya kami berdua banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang sabar,” tutup Fikri. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia