Teror Api Rumah Fia Sleman Meluas, Bakar Benda di Luar Bangunan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebaran titik api di kediaman Mutfiana namalain Fia, penduduk Seyegan, Sleman, DIY nan dilanda fenomena kebakaran berulang sekarang mulai meluas.

Agus, ayah Fia menuturkan bahwa titik api telah merembet mencapai area gedung di sebelah utara rumahnya. Bangunan ruko ini telah dipakai dia sekeluarga mengungsi sejak api misterius ini muncul kali pertama sebelas hari lalu.

Kata Agus, api ini muncul pada Senin (1/6) sore dan petang kemarin. Pertama, api menyulut triplek di samping utara bangunan. Kedua, si jago merah membakar kayu di belakang bangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya sudah merembet ke luar, sudah dua kali kemarin ini," kata Agus ditemui Selasa (2/6) malam.

Beruntung, kedua titik api di waktu berbeda itu bisa dipadamkan sebelum membesar.

"Itu jika (menyulut) kain mungkin udah gede apinya," sambung dia.

Agus sendiri menghitung sudah api sudah 81 kali muncul sejak kejadian pertama sebelas hari lalu. Jumlah titik api sekarang telah melampaui 65 lokasi.

Selain di luar, ruangan bagian belakang rumah nan sebelumnya tidak pernah terdeteksi kemunculan api, sekarang juga sudah mulai 'terinvasi'.

"Waktunya acak, tempatnya berbeda-beda. Ada nan satu titik tiga kali ada nan berapa, gitu," ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menuturkan, Pemkab menyiagakan support 4-5 tabung APAR di kediaman Fia untuk keperluan kedaruratan.

Selain itu, linmas, relawan, regu TRC dan masyarakat setempat juga ikut aktif berjaga manakala api sewaktu-waktu muncul di rumah Fia alias area sekitarnya. Demikian pula unit pemadam kebakaran (Damkar) nan selalu standby.

"Kasihan mereka, udah sebelas hari tidur nggak nyenyak," ujarnya.

Tim peneliti dari UGM dan UPN "Veteran" Yogyakarta sendiri telah beberapa kali terjun ke letak untuk melakukan investigasi. Pakar UGM sementara menduga gas hidrogen (H2) sebagai pemicu, sementara tim UPN mensinyalir gas metana (CH4) menjadi penyebabnya.

Guru Besar dan Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) di UPN "Veteran" Yogyakarta, Basuki Rahmat mengatakan, titik api nan muncul di luar rumah kemarin semakin menguatkan bahwa kebakaran dipicu oleh gas metana.

"Semakin menguatkan bahwa di bawah permukaan (tanah) ini ada gas metana terus keluar ke udara. Molekul CH4 itu memang dia suka nempel pada molekul H2O (air), seperti kelembaban. Daerah nan lembab-lembab itu seneng (gas metana)," terangnya saat dijumpai di kediaman Fia.

Basuki menuturkan, tim geofisika dari kampusnya Rabu (3/6) pagi besok ini bakal memetakan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dan diduga kuat membawa gas metana.

(kum/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional