
Ilustrasi bahan polyester menyebabkan aroma ketiak. (Foto: dok Freepik/8photo)
JAKARTA - Pernahkah Anda merasa sudah mandi bersih dan pakai deodoran, tetapi saat pakai baju tertentu justru aroma ketiak? Coba deh cek label bajunya, kemungkinan besar bahannya adalah polyester alias sintetis lainnya.
Lalu, apa nan salah dengan bahan ini sampai bikin aroma badan? Sebagai kebenaran awal, keringat manusia itu aslinya tak punya aroma sama sekali. nan membikin aroma apek adalah kuman alami di kulit nan menyerap keringat dan minyak (sebum) nan diproduksi tubuh.
Nah, bahan polyester ini punya sifat kimiawi nan unik, ialah oleophilic (menarik dan mengikat minyak) dan hydrophobic (menolak air). Artinya, kain ini mudah banget menyerap dan mengunci minyak dari tubuh, tapi tak bisa menyerap air keringat dengan baik.
Ketiak Adalah Area “Bermain” Polyester
Karena minyak terkunci kuat di sela-sela serat kain, area ketek di baju polyester jadi tempat nan hangat, lembap, dan berminyak. Ini adalah area paling ideal buat kuman penyebab aroma berkembang biak dengan cepat. Beda banget sama kain berbahan katun nan mudah menyerap air, punya sirkulasi udara nan bagus, dan tak mengikat minyak tubuh.
Sebuah riset terkenal dari Universitas Ghent, Belgia dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology pada 2014 membuktikan perihal ini secara ilmiah. Studi ini menemukan bahwa kuman Micrococcus, si penyebab utama nan memproduksi aroma badan menyengat, tumbuh jauh lebih pesat dan subur di atas kain berbahan polyester dibandingkan di atas kain katun. Di kain katun, kuman ini susah hidup, sedangkan di kain polyester, kuman penyebab aroma ini betul-betul bisa bergerak bebas.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·