Terlalu Banyak Peringatan di Media Sosial, Dokter Anak Soroti Fenomena 'Safety Fatigue'

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Terlalu Banyak Peringatan di Media Sosial, Dokter Anak Soroti Fenomena 'Safety Fatigue' ilustrasi(Magnific)

MENYAKSIKAN video peringatan keselamatan di media sosial kerap memicu rasa resah berlebih bagi para orang tua. Rentetan unggahan tentang ancaman nan mengintai anak-anak memicu kejadian nan disebut oleh para mahir sebagai "safety fatigue" alias kelelahan akibat berlebihnya info keselamatan.

Seorang master anak sekaligus ibu dari dua anak membagikan pengalamannya saat menyaksikan video viral tentang imbauan menutup pintu bilik anak untuk mencegah akibat kebakaran. Meski imbauan tersebut berbasis riset, dia menyadari bahwa ancaman tersebut relatif jarang terjadi dibandingkan kekhawatiran harian lainnya, seperti pola tidur anak.

"Kelelahan akibat peringatan keselamatan (safety fatigue) terjadi ketika volume peringatan, baik nan nyata maupun dibesar-besarkan, nan mendesak maupun nan sepele, menjadi begitu nyaring sehingga kita kehilangan keahlian untuk membedakannya," ungkapnya.

Fenomena ini kerap diperparah oleh ilmu jiwa availability heuristic, di mana seseorang menilai tingkat ancaman bukan dari seberapa sering perihal itu terjadi, melainkan dari seberapa mudah mereka mengingat contoh visual nan dramatis.

Memilah Risiko Nyata dari Rasa Takut

Sebuah studi mengenai konten terpopuler di TikTok pada kategori pola asuh dan kesehatan menunjukkan bahwa kebanyakan klaim kesehatan dalam video tersebut menyesatkan. Sebanyak 80% disinformasi tersebut berasal dari sesama orangtua alias influencer, bukan dari tenaga medis profesional. Algoritma media sosial dirancang untuk meningkatkan hubungan (engagement), dan rasa takut merupakan salah satu pemicu hubungan nan sangat kuat.

Untuk memilah mana ancaman nan nyata dan mana nan sekadar menakutkan, orang tua disarankan mengusulkan dua pertanyaan mendasar: Seberapa sering perihal ini betul-betul terjadi pada anak? Serta berapa besar biaya, waktu, dan ketenangan pikiran nan kudu dikorbankan untuk mengatasinya?

Di dalam praktik medis, terdapat tiga akibat utama pada anak nan sebenarnya memerlukan perhatian lebih ketat daripada kejadian viral di media sosial:

  • Senjata Api: Menjadi penyebab utama kematian anak dan remaja di AS, melampaui kecelakaan lampau lintas.
  • Tenggelam: Salah satu pemicu kematian tertinggi pada anak kecil, terutama di kolam renang tanpa pengawasan.
  • Pemasangan Kursi Bayi (Car Seat): Masih sangat sering dipasang secara tidak tepat di dalam kendaraan.

Orangtua diimbau untuk konsentrasi pada ancaman nyata nan umum terjadi serta memverifikasi setiap info melalui sumber tepercaya, seperti master anak alias situs resmi organisasi kesehatan, daripada terhanyut oleh narasi viral nan belum teruji. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia