Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah.(MI/Kisar Rajagukguk )
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, melalui Dinas Pendidikan, menerbitkan Surat Edaran (SE) Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) pada tahun aliran 2026-2027. Gerakan Ayah Mengantar Anak tersebut tertuang dalam SE Nomor 400.3.5.1/4387/Sek.Umpeg/2026 nan diterbitkan pada 8 Juli 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan Gerakan Ayah Mengantar Anak sekolah Tahun Ajaran 2026-2027 pada Senin (13/7), bermaksud memperkuat peran ayah dalam pengasuhan guna mencegah kejadian fatherless dan meningkatkan rasa percaya diri anak.
"Gerakan Ayah Mengantar Anak ditujukan untuk mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam tumbuh kembang anak sejak hari pertama masuk sekolah," kata Wahid, Minggu (12/7).
Kebijakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, kata Wahid merupakan corak support Pemkot Depok dalam memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak. "Sekaligus membangun kedekatan emosional melalui momen sederhana namun bermakna, ialah mengantarkan anak pada hari pertama masuk sekolah di tahun aliran baru," paparnya.
Wahid menilai, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah adalah sebagai langkah positif dalam membangun ketahanan keluarga.
"Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah merupakan corak nyata kepedulian terhadap pentingnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak. Momen sederhana seperti mengantar anak ke sekolah dapat memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri anak, sekaligus mempererat ikatan emosional antara ayah dan anak," ucapnya.
Ia berambisi aktivitas tersebut dapat menjadi budaya positif nan terus diterapkan oleh para orang tua, tidak hanya pada hari pertama sekolah tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami berambisi Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah dapat meningkatkan kesadaran bakal pentingnya peran ayah dalam pengasuhan serta menjadi inspirasi bagi setiap family untuk membangun komunikasi, kedekatan, dan kebersamaan nan lebih kuat demi terwujudnya generasi Kota Depok, nan sehat, cerdas, dan berkarakter," ujarnya.
Wahid mengungkapkan, kehadiran ayah saat mengantar sekolah bukan sekadar aktivitas antar-jemput, melainkan bentuk keterlibatan aktif dalam proses pengasuhan dan pendidikan sejak dini. Dukungan tersebut bisa menciptakan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan rasa percaya diri anak, terutama pada masa transisi dan pembentukan karakter. "Peran ayah nan konsisten juga berkontribusi pada perkembangan sosial dan emosional anak secara positif," ucapnya.
Gerakan ini, sambung dia sekaligus menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan menuju pola nan lebih setara dan kolaboratif antara ayah dan ibu. "Dengan keterlibatan kedua orang tua secara aktif, diharapkan terbangun ketahanan family nan kuat serta tercipta lingkungan tumbuh kembang anak nan lebih selaras dan suportif," pungkasnya (KG/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·