Lakukan Penyelidikan, Polisi Bongkar Makam Terduga Maling Ayam di Bali

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Denpasar, CNN Indonesia --

Pihak kepolisian membongkar makam korban berinisial KD, laki-laki asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, nan tewas dikeroyok massa usai diduga tepergok mencuri ayam.

Penggalian jenazah nan jadi korban 'hakim main sendiri' usai diduga maling ayam itu dilakukan di Kuburan Desa Adat Sidetapa, Buleleng, pada Senin (27/7) siang.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menerangkan, bahwa ekshumasi alias penggalian kembali jenazah dari kubur dilakukan untuk melengkapi proses investigasi kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuan utama ekshumasi adalah mengidentifikasi identitas mayat, mencari penyebab pasti kematian, serta mengumpulkan tanda-tanda kekerasan demi kepentingan penegakan keadilan hukum," kata dia, saat dikonfirmasi.

Ia menyebutkan, ekshumasi dapat memperkuat bangunan perkara nan saat ini tetap didalami penyidik.

"Betul (untuk melengkapi penyelidikan)," ujarnya.

Area pemakaman dipasangi garis polisi. Sejumlah personel kepolisian berjaga di sekitar makam untuk mengamankan jalannya proses ekshumasi.

Penyidik Satreskrim Polres Tabanan, petugas identifikasi, serta tim medis forensik tampak berada di letak untuk melakukan pemeriksaan jenazah.

Sebelumnya, kepolisian Polres Tabanan, Bali, telah menetapkan lima orang tersangka, dalam kasus pengeroyokan seorang laki-laki berinisial KD nan melakukan pencurian ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Lima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Peristiwa itu, terjadi pada Jumat (24/7). Korban berinisial KD dihakimi massa hingga tewas usai terpergok diduga mencuri ayam aduan.

Kapolres Tabanan mengatakan, polisi saat ini menangani dua perkara sekaligus, ialah dugaan tindak pidana pencurian nan ditangani Polsek Baturiti serta dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum nan mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Penanganan perkara tersebut dilakukan secara ahli oleh Polres Tabanan dengan support Ditreskrimum Polda Bali," kata Putu Bayu dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7). 

Kasus itu menjadi perhatian nasional setelah viral video proses pemakamannya nan diikuti tangisan panik anak perempuannya nan tetap kecil.

Jeritan tangis anak wanita itu memanggil korban nan merupakan ayah-ayahnya itu kemudian menjadi perbincangan di media sosial.

(kdf/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional