Tempat Maruarar dan Hercules Debat di Tanah Abang Mau Disulap Jadi Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Lahan nan berada di dekat Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat sempat menjadi perdebatan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara dan Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Rosario de Marshal alias Hercules. Adapun lokasinya berada tak jauh dari jembatan jalan alias fly over nan melintas di rel dekat Stasiun Tanah Abang, tepatnya berada di belakang Pasar Tanah Abang Blok G.

Ara sapaan Maruarar sempat meninjau langsung lahan nan bakal dibangun rumah susun (rusun) bagi penduduk nan tinggal di bantaran rel dekat Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (5/4/2026) lalu. Lahan tersebut sejatinya milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI.

Selain Ara, jejeran lain nan ikut meninjau lahan ini ialah Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, dan perwakilan Yayasan Budha Tzu Chi serta PT Astra International Tbk. Adapun lahan tersebut bakal dibangun rusun sebanyak 500 unit nan ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026.

"Tadi atas pengarahan Pak Dony (Kepala BP BUMN) dengan sangat cepat, Pak Dirut Kereta Api juga kelak ada di Tanah Abang ya Pak Dirut ya? Izin ya, ada 500 unit nan selesai juga 15 Juni 2026. Ini betul ya Pak Dirut ya? Gitu ya," kata Ara dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (10/4/2026).

Namun, Ara belum membeberkan secara perincian status dari kepemilikan ratusan rusun nan bakal dibangun tersebut termasuk soal apakah rusun tersebut berstatus sewa alias berstatus kewenangan milik. Dia hanya memastikan jika pembangunan rusun ini untuk mengakomodir masyarakat nan hingga sekarang tetap belum mempunyai rumah layak.

"Memang di Jakarta itu sangat memerlukan perumahan bagi rakyat dengan sangat sigap lantaran backlog-nya sangat besar, jadi kita juga bakal bergerak dengan sangat cepat," jelasnya.

Sementara itu, Ara melakukan peninjauan lahan tersebut sebagai corak tindak lanjut dari rapat koordinasi lintas sektor sebelumnya, sekaligus memastikan kesiapan lahan nan bakal dimanfaatkan untuk pembangunan hunian. Dalam kesempatan tersebut.

Luas lahan tersebut sekitar 3 hektare nan saat ini berstatus clear and clean, namun kembali ditempati oleh masyarakat secara ilegal. Ia menegaskan bahwa pembangunan kediaman di lahan negara memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta agar dapat melangkah lebih sigap dan tepat sasaran.

Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)Foto: Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)
Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)

"Kita mau menghadirkan kediaman nan layak bagi masyarakat melalui kolaborasi. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan koordinasi, BUMN menyediakan lahan, dan swasta ikut mempercepat pembangunan. Dengan kerjasama seperti ini, pembangunan bisa lebih sigap dan berakibat luas," ungkap Ara.

Ara menambahkan bahwa pemerintah bakal memastikan seluruh aspek legalitas dan kepastian norma lahan dapat diselesaikan dengan baik guna mempercepat proses pembangunan. Nah, saat meninjau lahan tersebut, Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya Rosario de Marshal namalain Herculesdatang dan berdebat dengan Ara.

"Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang, dan sebagainya," terang Ara saat berjumpa Hercules dan beberapa orang perwakilan ormas.

Menanggapi permintaan Ara, Hercules menyebut lahan nan dikelola ormasnya memang lahan milik negara, namun statusnya adalah HPL (Hak Pengelolaan Lahan).

Hercules menegaskan, jika memang negara menginginkan lahan di Tanah Abang, dia maupun ormasnya tak keberatan jika lahan tersebut dilepaskan untuk dibangun hunian.

"HPL itu untuk mengelola lahan tapi bukan untuk memiliki, jika ini negara punya, hari ini pun saya serahkan," kata Hercules.

Sebagai informasi, letak lahan tersebut berada dekat Jalan Jati Bunder dan Jalan Jembatan Tinggi, alias berada di belakang Pasar Tanah Abang Blok G. Lahan ini sejatinya disebut sebagai "Lahan Bongkaran".

Saat ini, lahan tersebut digunakan untuk tempat parkir kendaraan logistik untuk keperluan barang-barang nan bakal dijual di Pasar Tanah Abang, termasuk pakaian-pakaian.

(chd/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News