Telkom University Dorong UMKM Cileunyi Wetan Tembus Pasar Lebih Luas

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Telkom University Dorong UMKM Cileunyi Wetan Tembus Pasar Lebih Luas Telkom University (Tel-U) menginisiasi Program Transformasi UMKM Desa Cileunyi Wetan,(Dok.Telkom University)

UNTUK memperkuat daya saing upaya lokal melalui pelatihan, pendampingan, penguatan komunitas, dan pembukaan akses pasar baru Telkom University (Tel-U) menginisiasi Program Transformasi UMKM Desa Cileunyi Wetan nan berada di Kabupaten Bandung.

Program ini disusun berasas hasil pendataan terhadap 20 UMKM di Desa Cileunyi Wetan. Hasilnya menunjukkan, kebanyakan pelaku upaya mempunyai potensi produk, terutama makanan kering. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung pengelolaan usaha, kualitas kemasan, dan strategi pemasaran nan memadai. 

Ketua SDG’s Center Tel-U, Dr. Runik Machfiroh kemarin menyatakan, sejumlah persoalan tetap membayangi pengembangan UMKM, mulai dari lemahnya branding dan identitas usaha, bungkusan produk nan sederhana, hingga minimnya pemanfaatan platform digital untuk promosi dan pemasaran. 

Keterbatasan peralatan produksi, kapabilitas usaha, serta akses pasar juga menjadi hambatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan konsumen. Melalui program transformasi ini, Tel-U menyiapkan pendekatan terpadu untuk meningkatkan kapabilitas pelaku usaha. Materi pendampingan mencakup training produksi makanan kering, pengendalian kualitas, pengemasan, branding, pemasaran digital, hingga manajemen usaha. 

"Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM agar bisa menjangkau pasar nan lebih luas, termasuk pasar oleh-oleh dan marketplace digital," tuturnya.

Buka Akses Pasar Baru
Runik menyebut, selain memperkuat keahlian produksi dan pengelolaan usaha, program ini menitikberatkan pada pembuatan pasar baru nan berkelanjutan. Sejumlah strategi disiapkan, antara lain penyelenggaraan pagelaran UMKM secara berkala, pengembangan sentra oleh-oleh desa, pembentukan marketplace bersama, serta kerjasama dengan beragam aktivitas desa. Strategi tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan transaksi nan lebih luas dan konsisten bagi pelaku UMKM. 

"Dengan demikian, produk lokal tidak hanya mempunyai kualitas dan bungkusan nan lebih baik, tetapi juga memperoleh akses pemasaran nan mendukung pertumbuhan upaya dalam jangka panjang. Penguatan pasar menjadi aspek krusial agar peningkatan kapabilitas produksi tidak berakhir pada pelatihan, melainkan bersambung pada peningkatan penjualan dan pendapatan pelaku usaha," paparnya.

Libatkan Mahasiswa
Menurut Runik, untuk menjaga keberlanjutan program, Tel-U bakal melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika dalam pendampingan serta pemantauan secara berkala. Pendampingan tersebut mencakup pengembangan pemasaran digital, pengelolaan manajemen usaha, hingga penguatan kapabilitas pelaku UMKM dalam menjalankan upaya secara lebih terstruktur. Program ini juga mendorong pembentukan Komunitas UMKM Cileunyi Wetan sebagai wadah kolaborasi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan upaya secara bersama-sama. 

"Melalui ekosistem kolaboratif tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak melangkah sendiri dalam menghadapi tantangan usaha. Kolaborasi antarpelaku upaya dan support perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat keahlian beradaptasi terhadap perubahan pasar," tandasnya.

Dengan mengintegrasikan peningkatan kualitas produk lanjut Runik, penguatan manajemen, pemanfaatan teknologi digital, dan ekspansi akses pasar, Program Transformasi UMKM Desa Cileunyi Wetan diharapkan bisa meningkatkan produktivitas usaha, memperluas kesempatan pemasaran, serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Inisiatif ini sekaligus menjadi upaya membangun ekosistem ekonomi desa nan lebih berdikari dan berkepanjangan melalui penguatan potensi upaya lokal.(E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑