Telkom Sulap Sampah SIM Card Jadi Paving Block-Phone Holder

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. Adapun realisasinya dengan mengolah sampah SIM Card menjadi paving block, phone holder, hingga tempat sampah.

Vice President Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya TelkomGroup mengoptimalkan penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi akibat lingkungan dari aktivitas operasional.

"Upaya tersebut sejalan dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) TelkomGroup melalui program GoZero% nan mempunyai tiga pilar, ialah Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business," kata Gunawan, Rabu (9/2/2026).

Dia mengatakan dalam pilar Save Our Planet, perusahaan plat merah ini memperkuat pengelolaan lingkungan melalui pengelolaan emisi, efisiensi energi, optimasi sumber daya, serta pengembangan prasarana digital nan lebih ramah lingkungan.

"Salah satu pendekatan nan menjadi bagian dari ekonomi sirkular adalah pengelolaan material nan digunakan dalam ekosistem telekomunikasi, termasuk kartu SIM. Salah satu pendekatan ekonomi sirkular nan dikembangkan Telkomsel adalah pengelolaan material plastik dari bungkusan kartu perdana dan cangkang SIM card," tuturnya.

Dia mengatakan material nan dikumpulkan dari mitra outlet dan penyedia lainnya diolah kembali menjadi produk nan dapat digunakan, seperti phone holder dan paving block. Hingga saat ini, Telkomsel mencatat 670 kg limbah kartu SIM telah diolah menjadi 75.000 paving block, 45.000 phone holder, dan 10.000 tempat sampah.

Menurutnya, strategi tersebut menjadi semakin relevan seiring upaya digital dan telekomunikasi terus berkembang. Pertumbuhan jasa digital membikin kebutuhan terhadap prasarana dan perangkat pendukung juga meningkat sehingga pengelolaan sumber daya menjadi bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan.

"TelkomGroup menempatkan optimasi penggunaan sumber daya sebagai salah satu bagian dari upaya menuju ekonomi rendah karbon. Strategi ini melangkah beriringan dengan pengelolaan emisi dan peningkatan efisiensi energi," jelasnya.

Gunawan Wasisto mengatakan keberlanjutan tidak hanya ditempatkan sebagai tanggungjawab kepatuhan, tetapi menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.

"Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang nan berkepanjangan sekaligus memperkuat daya saing di era digital," ujar Gunawan.

Dalam kerangka ESG tersebut, TelkomGroup juga memperkuat beragam inisiatif untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Kebutuhan daya nan meningkat seiring pertumbuhan jasa digital membikin perusahaan mendorong efisiensi operasional sekaligus pengelolaan sumber daya nan lebih berkelanjutan.

"Pendekatan ekonomi sirkular kemudian menjadi salah satu bagian dari upaya memastikan pertumbuhan upaya digital tidak hanya berorientasi pada peningkatan layanan, tetapi juga memperhatikan penggunaan sumber daya dan dampaknya terhadap lingkungan," tuturnya.

Strategi keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari transformasi TelkomGroup nan mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

"Perusahaan menyatakan ketiga pilar ESG tersebut menjadi landasan untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan akibat positif bagi lingkungan dan masyarakat," tutupnya.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance